Home / Headline / Polres Lembata Polda NTT selidiki kasus penangkapan ikan secara Ilegal
WhatsApp Image 2017-05-09 at 7.46.40 PM

Polres Lembata Polda NTT selidiki kasus penangkapan ikan secara Ilegal

Tribratanewsntt.com – Sat Reskrim Polres Lembata Polda Nusa Tenggara Timur kembali melakukan penyelidikan atas dugaan kasus penangkapan ikan menggunakan alat bantu Kompresor, (9/5/2017).

Kasus tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 8 Mei 2017 sekitar pukul 20.00 wita di perairan laut desa Jontona Kec. Ileape Timur Kab. Lembata.

Menurut keterangan 3 orang Saksi dilapangan atas nama ARIS, Laki2, 40 thn, Merdison Paut, Laki2, 32 thn, FIDELIS BOLENG, Laki2, 28 Thn. Kejadian berawal saat mereka melihat ada kapal motor yang berada di sekitar tambak mutiara tepatnya di perairan desa Jontona kec. Ileape Timur.

Pekerja mutiara membawa kapal motor tersebut ke pelabuhan tambak mutiara di mardeka, pada saat di pelabuhan pekerja tambak mutiara melihat di atas kapal terdapat mesin kompresor, sehingga pekerja tambak mutiara menghubungi pihak kepolisian, dan setelah pihak kepolisian dari Polres Lembata tiba di tambak mutiara dan melakukan interogasi.

Nelayan yang menggunakan kapal motor tersebut mengaku melakukan penangkapan ikan di perairan Kab. Lembata dengan menggunakan alat bantu pernafasan kompresor, setelah itu sekitar pukul 05.30 wita, pihak kepolisian membawa barang bukti yang ada kaitannya dengan penangkapan ikan menggunakan alat bantu pernapasan kompresor ke polres Lembata bersama dengan terlapor atas nama A, laki2, 27 thn,  AS, laki2, 24 thn,  Y laki2, 22 tahun, AH laki2, 50 thn, TUP laki2, 41 tahun, AD laki2, 22 tahun.

“ saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Lembata “ ucap Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules A. Abast SIK saat dimintai keterangan oleh media.

Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa untuk sementara Pihak Kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 Unit Mesin Kompresor, 3 unit dakor, 3 pasang kaki katak, Selang kompresor, 1. unit kapal motor, 3 buah senter, 1 dos kulbox, 3 kaca mata selam, Panah + busur dan Ikan hasil penangkapan untuk penyelidikan lebih lanjut.

” untuk terlapor tindak pidana penangkapan ikan dengan kompresor dikenakan  pasal 85 UU RI No. 45 tahun 2009 ttg perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP ” ucap Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules A. Abast SIK menutup keterangannya.

About Humas Polda NTT

Kunjungi Akun Media Sosial Humas Polda NTT

Check Also

img_20171118_17440081152514.jpg

Bidang Humas Polda NTT Supervisi di Polres Kupang Kota

Tribratanewsntt.com,- Sabtu 18 November 2017 pukul 09.00 Wita, Polres Kupang kota menerima kunjungan Tim Supervisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *