Di Balik Hangatnya Lebaran, Operator 110 Polda NTT Tetap Setia Jaga Keamanan
Kota Kupang, NTT- Saat gema takbir masih mengalun dan sebagian besar masyarakat menikmati hangatnya kebersamaan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga, ada satu ruang yang tak pernah benar-benar sunyi di lingkungan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Di ruangan itulah, layanan call center 110 tetap hidup selama 24 jam, menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian bagi masyarakat.
Dering telepon yang datang silih berganti menjadi penanda bahwa kebutuhan akan rasa aman tidak mengenal waktu, bahkan di hari besar keagamaan sekalipun. Di balik meja layanan dan headset yang terpasang, para operator 110 Polda NTT menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, memastikan setiap laporan, aduan, hingga permintaan bantuan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Bagi para personel ini, Lebaran bukan sekadar momen untuk berkumpul bersama keluarga, melainkan juga waktu di mana kehadiran polisi justru semakin dibutuhkan. Mereka tetap siaga, membagi peran dalam sistem kerja bergiliran, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa henti.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si menegaskan bahwa komitmen pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama, termasuk di hari-hari besar seperti Idulfitri. Melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., disampaikan bahwa kesiapsiagaan personel merupakan wujud nyata pengabdian Polri.
“Kami memastikan bahwa layanan 110 tetap aktif selama 24 jam, termasuk pada Hari Raya Idulfitri. Ini adalah bentuk komitmen Polda NTT untuk selalu hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Henry.
Ia juga menambahkan bahwa momen Lebaran seringkali diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban juga perlu diantisipasi secara maksimal.

“Justru pada saat seperti ini, kehadiran polisi sangat penting. Oleh karena itu, seluruh personel, termasuk operator layanan 110, tetap disiagakan. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan Idulfitri,” lanjutnya.
Di balik kesederhanaan ruangan layanan tersebut, tersimpan semangat pengabdian yang besar. Para operator tidak hanya menerima panggilan, tetapi juga menjadi penghubung pertama antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam situasi darurat.
Dedikasi tanpa henti ini menjadi bukti bahwa di saat masyarakat merayakan kemenangan, ada aparat yang tetap setia menjaga, memastikan setiap warga dapat merasakan Idulfitri dengan aman, tenang, dan penuh kebahagiaan.
Humas Polda NTT
