Kapolda NTT Hadirkan Energi Positif: Terapi USEFT dan Penghargaan Warnai Pembinaan Personel Polairud
Kupang – Suasana berbeda terasa di lingkungan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/5/2026). Tak sekadar kegiatan kedinasan, momen ini menjadi ruang kebersamaan penuh makna yang menghadirkan sentuhan humanis melalui arahan, penghargaan, hingga pelatihan terapi psikologis.

Kapolda NTT Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko hadir langsung menyapa personel Ditpolairud dan Bhayangkari. Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda NTT, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Dirpolairud, serta para pejabat utama Polda NTT.

Apresiasi untuk Dedikasi Tanpa Batas
Kegiatan diawali dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah personel Ditpolairud yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Nama-nama seperti Ipda Jaelani mendapat apresiasi atas aksi kemanusiaannya membantu warga Pulau Usu, Rote Ndao dengan memberikan perahu. Sementara Bripka Daniel Kase diapresiasi atas keberhasilannya mengamankan kapal motor tanpa dokumen yang sempat viral di media sosial.

Tak kalah inspiratif, Bripka Alfonsus Guma Resing mendapat penghargaan atas dedikasinya dalam program pemasangan lampu jalan di Kelurahan Naikolan, SPN Polda NTT, hingga Mako Ditpolairud.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa setiap tindakan kecil yang berdampak besar bagi masyarakat mendapat perhatian dan pengakuan dari pimpinan.
“Semua Anggota Harus Bahagia”
Dalam arahannya, Kapolda NTT menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: kebahagiaan adalah kunci utama dalam bertugas.

“Saya ingin anggota Polairud ke depan bisa lebih baik dan lebih bahagia. Jadi anggotanya Rudi Darmoko semuanya wajib harus lebih bahagia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan dengan baik, karena kesejahteraan mental personel akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda juga memperkenalkan konsep “Rumah Bahagia” yang telah dibangun di Polda NTT sebagai ruang pemulihan dan penguatan mental bagi anggota.
Selain itu, ia kembali mengingatkan Commander Wish yang menjadi pedoman: berbuat baik untuk diri sendiri, untuk institusi, dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Interaktif dan Penuh Kehangatan
Suasana kegiatan semakin hidup saat Kapolda mengajak personel dan Bhayangkari berinteraksi melalui kuis ringan. Pertanyaan seputar Commander Wish memancing antusiasme peserta dan menciptakan keakraban yang jarang terlihat dalam forum formal.
Kehadiran MC yang menghibur juga menambah suasana menjadi lebih santai dan penuh tawa, mencairkan sekat antara pimpinan dan anggota.
Terapi USEFT: Menyembuhkan dari Dalam
Puncak kegiatan diisi dengan pelatihan terapi USEFT (Universal Spiritual Emotional Freedom Technique), sebuah metode penyembuhan psikologis yang memadukan teknik ketukan pada titik meridian tubuh dengan afirmasi positif.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama praktisi Agus E.H. dan tim. Para peserta diajak mengenali cara mengelola stres, kecemasan, hingga trauma emosional secara mandiri.
Metode ini dinilai efektif sebagai solusi praktis untuk menjaga kesehatan mental personel yang setiap hari dihadapkan pada tekanan tugas.
Membangun Polri yang Lebih Humanis
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan refleksi nyata pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.
Dengan perpaduan antara penghargaan, kebersamaan, dan penguatan mental, Polda NTT menunjukkan bahwa membangun institusi yang kuat tidak hanya melalui disiplin dan penegakan hukum, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesejahteraan psikologis anggotanya.
Di tengah tantangan tugas yang kompleks, langkah ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh empati dan kepedulian.
#PoldaNttPenuhKasih
Humas Polda NTT
