Bidkeu Polda NTT Gelar Rekonsiliasi Penyusunan Laporan Keuangan Semester I TA 2026, Perkuat Komitmen Pertahankan Opini WTP

Bidkeu Polda NTT Gelar Rekonsiliasi Penyusunan Laporan Keuangan Semester I TA 2026, Perkuat Komitmen Pertahankan Opini WTP

Kupang, NTT – Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Polri Polda NTT dan Jajaran Semester I Tahun Anggaran 2026 (Unaudited) yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di Aula Hotel Sylvia Kupang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan mengusung tema "Melalui Rekonsiliasi Keuangan dan BMN, Kita Wujudkan Peningkatan Laporan Keuangan Polri Polda Nusa Tenggara Timur dan Jajaran Semester I T.A. 2026 Guna Mempertahankan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)."

Acara dibuka oleh Kasubbid BIA dan APK Bidkeu Polda NTT AKBP Arinanto Wibowo, S.E., M.H.. Kegiatan dihadiri perwakilan Kepala KPPN Kupang, para bendahara pengeluaran, operator SUNLAPKEU, dan personel pengemban fungsi keuangan dari seluruh satuan kerja jajaran Polda NTT.

Dalam sambutannya, Kabidkeu Polda NTT Kombes Pol. Mulyono, S.E., melalui Kasubbid BIA dan APK Bidkeu Polda NTT AKBP Arinanto Wibowo, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengelola keuangan atas keberhasilan Polri mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia selama 13 kali berturut-turut. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel fungsi keuangan, operator aplikasi SAKTI, serta sinergi yang baik dalam pelaksanaan rekonsiliasi internal.

"Kita patut bersyukur atas keberhasilan mempertahankan opini WTP selama tiga belas kali berturut-turut. Prestasi ini merupakan pencapaian tertinggi dalam penilaian laporan keuangan kementerian/lembaga. Karena itu saya mengapresiasi seluruh operator SAKTI dan jajaran fungsi keuangan yang telah bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas sehingga kualitas laporan keuangan Polri tetap terjaga," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan rekonsiliasi ini merupakan tindak lanjut atas pedoman Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan dan petunjuk Pusat Keuangan Polri terkait penyusunan laporan keuangan Semester I Tahun Anggaran 2026 unaudited.

Melalui kegiatan ini, seluruh satuan kerja diarahkan untuk segera menyelesaikan berbagai kendala dalam penyusunan laporan keuangan, mulai dari perbedaan data rekonsiliasi antara aplikasi SPAN dan SAKTI, penyelesaian selisih aset, persediaan dan piutang, optimalisasi fitur monitoring MONSAKTI, hingga penyesuaian penggunaan akun sesuai tugas dan fungsi Polri.

Selain itu, seluruh satker juga diminta memastikan rekonsiliasi internal telah selesai dan memperoleh Surat Hasil Rekonsiliasi (SHR), melaksanakan tutup buku seluruh modul pelaporan aplikasi SAKTI secara tertib, melakukan digitalisasi dokumen sumber transaksi keuangan, menyelesaikan transaksi resiprokal, serta mengoptimalkan peran fungsi pengawasan dalam menjaga keandalan penyajian laporan keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Arinanto juga mengajak seluruh pejabat fungsi logistik dan keuangan di lingkungan Polda NTT untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengintegrasikan data Barang Milik Negara (BMN) dan keuangan. Menurutnya, perkembangan sistem pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi menuntut peningkatan kompetensi seluruh operator agar mampu mengikuti dinamika kebijakan yang terus berkembang.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan perhatian kepada para operator SAKTI melalui peningkatan kompetensi, penghargaan, kesejahteraan, hingga kesempatan pengembangan karier sebagai bentuk investasi terhadap kualitas pengelolaan keuangan Polri di masa mendatang.

AKBP Arinanto juga menegaskan bahwa kegiatan rekonsiliasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh laporan keuangan Semester I Tahun Anggaran 2026 tersusun secara tepat, akurat, dan sesuai ketentuan. Rekonsiliasi yang dilaksanakan secara menyeluruh akan memperkuat kualitas penyajian laporan keuangan sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional di lingkungan Polda NTT," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh satuan kerja di jajaran Polda NTT diharapkan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana evaluasi bersama guna menyelesaikan setiap permasalahan yang masih ditemukan sebelum laporan keuangan disampaikan.

"Kami berharap seluruh operator, bendahara, dan pengelola keuangan tetap menjaga komitmen, meningkatkan koordinasi, serta memanfaatkan aplikasi SAKTI dan MONSAKTI secara optimal sehingga kualitas laporan keuangan terus meningkat dan opini Wajar Tanpa Pengecualian dapat terus dipertahankan," tutupnya.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Bidkeu Polda NTT optimistis kualitas penyusunan dan penyajian laporan keuangan Semester I Tahun Anggaran 2026 akan semakin baik serta mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di lingkungan Polda Nusa Tenggara Timur.