Tunas di Tanah Kering, Kisah Kepemimpinan Kapolda NTT Bangun Harapan Petani Flobamora Lewat Jagung

Tunas di Tanah Kering, Kisah Kepemimpinan Kapolda NTT Bangun Harapan Petani Flobamora Lewat Jagung

KUPANG — Di tengah hamparan lahan jagung yang baru dipanen di Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, suasana Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Sabtu (16/5/2026), terasa berbeda. Bukan hanya hasil panen yang menjadi perhatian, tetapi juga hadirnya sebuah buku inspiratif berjudul Tunas di Tanah Kering yang diserahkan langsung penulisnya kepada Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudy Darmoko, S.I.K., M.Si.

Buku karya Bripka Simeon Sion H. S. Kom, personel Seksi Humas Polres Kupang, itu menjadi simbol penghormatan atas kepemimpinan Kapolda NTT dalam menggerakkan program ketahanan pangan dan membangun optimisme masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui sektor pertanian jagung.

Di hadapan Kapolda NTT dan sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan panen raya tersebut, Bripka Simeon menyerahkan langsung buku setebal 75 halaman itu dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026), Bripka Simeon mengatakan buku tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus kekagumannya terhadap perubahan yang mulai tumbuh di tengah masyarakat sejak program ketahanan pangan digerakkan secara serius oleh Kapolda NTT.

“Sebagai putra daerah Flobamora, saya tahu betul bagaimana kerasnya alam NTT. Tanah kering dan musim yang tidak menentu sering membuat masyarakat kehilangan harapan. Tetapi melalui gerakan yang dibangun Bapak Kapolda NTT, masyarakat mulai percaya bahwa tanah ini tetap bisa memberi kehidupan,” ujar Bripka Simeon.

Menurutnya, Tunas di Tanah Kering bukan sekadar buku tentang pertanian, melainkan catatan tentang harapan, pengabdian, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah rakyat.

Dalam buku tersebut, Irjen Pol. Dr. Rudy Darmoko digambarkan bukan hanya sebagai pimpinan kepolisian, tetapi sebagai sosok pemimpin visioner yang mampu membaca potensi jagung sebagai kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan sosial masyarakat NTT.

Bripka Simeon menuturkan, kehadiran personel Polri di tengah para petani telah memberikan dampak psikologis yang besar bagi masyarakat. Polisi hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi ikut membuka lahan, mendampingi petani, memberikan motivasi, hingga membantu membangun rasa percaya diri masyarakat untuk terus bekerja dan berharap.

“Kehadiran Polri membuat masyarakat merasa tidak berjalan sendiri. Mereka merasa diperhatikan dan didukung negara. Dari situ tumbuh semangat baru untuk menanam dan membangun masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti sinergi yang dibangun Polda NTT bersama pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga Perum Bulog yang dinilai berhasil menciptakan harapan baru bagi petani di wilayah Flobamora.

“Lahan tandus perlahan berubah menjadi simbol kehidupan. Gerakan ini membuktikan bahwa kepemimpinan yang dekat dengan rakyat mampu melahirkan optimisme di tengah keterbatasan,” lanjutnya.

Momentum penyerahan buku tersebut pun mendapat apresiasi dari sejumlah peserta panen raya yang hadir. Banyak pihak menilai buku itu menjadi dokumentasi penting tentang semangat perubahan dan pengabdian yang tumbuh di NTT.

Melalui Tunas di Tanah Kering, Bripka Simeon berharap semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masyarakat kecil terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT.

“Buku ini saya persembahkan sebagai bentuk penghormatan atas ketulusan Bapak Kapolda NTT dalam membangun harapan masyarakat. Saya percaya, harapan bisa tumbuh bahkan di tanah yang paling kering sekalipun,” tutupnya.

#PoldaNttPenuhKasih