Dengan Terapi USEFT, Kami Dapat Menghilangkan Rasa Cemas dan Takut, Karolina Apresiasi Polri Dampingi Anak Terdampak Gempa di Ende
ENDE – Senyum dan keberanian perlahan kembali terlihat di wajah anak-anak yang terdampak gempa bumi di Flores. Salah satunya dirasakan Karolina Putri Lero, siswa asal Detututu yang mengikuti kegiatan trauma healing bersama puluhan siswa lainnya di Posko SMPK Maria Goreti, Jalan Wirajaya, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 52 siswa dan siswi mengikuti pendampingan psikologis yang digelar Polri sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak mengatasi rasa takut, cemas dan kepanikan setelah mengalami bencana gempa bumi.

Karolina secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Polri yang telah memberikan pendampingan mental kepada mereka, termasuk melalui USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique.

“Terima kasih kepada Bapak Polri yang telah memberikan bimbingan tentang mental kepada kami anak Asrama Maria Lourdes. Dengan terapi ini, kami dapat menghilangkan rasa cemas dan rasa takut terhadap bencana yang sedang kami alami,” ujar Karolina.
Pernyataan sederhana Karolina menjadi gambaran bagaimana pendampingan psikologis dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa tenang di tengah situasi pascabencana.
Kegiatan trauma healing dimulai pukul 09.30 WITA dan dipimpin Kabag Psikologi Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, didampingi Paur Subbagpsipers Polda Jatim Iptu Ellan Wahyudi, S.Psi., Psikolog.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pendampingan menggunakan teknik Butterfly Hug dan USEFT. Pendekatan dilakukan secara komunikatif dan humanis sehingga para siswa dapat mengikuti proses pemulihan dalam suasana nyaman.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., mengatakan pemulihan psikologis anak-anak merupakan bagian penting dalam penanganan pascabencana.
“Anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk mengelola rasa takut dan kecemasan. Kami berharap pendampingan ini membantu mereka kembali tenang, percaya diri dan beraktivitas seperti biasa,” ujar AKBP Yudhi.
Kegiatan tersebut turut melibatkan empat personel Psikologi Polda Jatim, dua personel Psikologi Polda NTT dan dua personel konselor Polres Ende.
Sementara itu, Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berfokus pada pengamanan dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat.
“Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami situasi yang menimbulkan ketakutan. Melalui pendampingan psikologis, Polri berupaya membantu mereka membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri,” ujar Kombes Pol. Sajimin.
Menurutnya, senyum dan keberanian anak-anak untuk kembali beraktivitas merupakan bagian penting dari proses pemulihan.
“Polri ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak merasa sendiri. Kami hadir untuk mendampingi, menguatkan dan membantu masyarakat, termasuk anak-anak, melewati masa sulit ini,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.30 WITA dalam keadaan aman dan lancar.
Di tengah suasana pascagempa, suara Karolina menjadi pesan sederhana namun kuat. Bahwa ketika rasa takut datang, perhatian, pendampingan dan kehadiran orang-orang yang peduli dapat membantu seorang anak menemukan kembali keberaniannya.
“Dengan terapi ini, kami dapat menghilangkan rasa cemas dan rasa takut.”
Kalimat Karolina menjadi cermin kecil dari harapan besar: agar anak-anak Flores kembali tersenyum, kembali belajar, dan kembali menatap hari esok tanpa dibayangi rasa takut.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT #PolriPeduli #PolriUntukMasyarakat #PoldaNTT #PolresEnde #TraumaHealing #USEFT #UltimateSBMS #PolriHadir #TanggapBencana #NTTBangkit
Humas Polda NTT
