Ka SPN Polda NTT Resmi Buka Dikbangspes Gelombang II 2026, 148 Personel Ikuti Pelatihan Fungsi Teknis

Ka SPN Polda NTT Resmi Buka Dikbangspes Gelombang II 2026, 148 Personel Ikuti Pelatihan Fungsi Teknis

Kupang – SPN Polda NTT resmi membuka Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Fungsi Teknis Kepolisian Gelombang II Tahun Anggaran 2026, Senin (6/4/2026).

Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Manditha SPN Polda NTT dan dipimpin langsung Kepala SPN Polda NTT, Kombes Pol Ferry Harahap, S.I.K., M.Si.

Sebanyak 150 peserta didik dijadwalkan mengikuti pendidikan tersebut. Namun pada hari pertama, tercatat 148 personel hadir, sementara dua personel lainnya masih dalam perjalanan menggunakan kapal laut dari Flores Timur.

Dua personel yang belum hadir yakni Brigpol Philan Arieflin Nenobais dari Polres Flores Timur untuk pendidikan fungsi teknis reserse, serta Brigpol Samsuri dari Polres Flores Timur untuk fungsi teknis lalu lintas.

Selain peserta didik, kegiatan pembukaan juga diikuti oleh 30 tenaga pendidik, 12 pengasuh, serta 50 personel antap SPN Polda NTT.

Dalam upacara tersebut dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai penanda dimulainya pendidikan. Selanjutnya, Ka SPN Polda NTT menyatakan secara resmi pembukaan Dikbangspes Fungsi Teknis Kepolisian Gelombang II Tahun 2026.

Pendidikan tersebut akan berlangsung selama 20 hari, mulai 6 hingga 26 April 2026, dengan materi yang mencakup lima bidang fungsi teknis kepolisian, yakni Sabhara, Intelijen, Reserse Kriminal, Lalu Lintas, dan Bimbingan Masyarakat.

Ka SPN Polda NTT Kombes Pol Ferry Harahap mengatakan pendidikan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel dalam melaksanakan tugas di lapangan.

“Dikbangspes ini merupakan upaya untuk membentuk personel Polri yang memiliki kemampuan teknis, sikap profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujar Ferry Harahap.

Ia menegaskan, setiap peserta harus mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh karena kemampuan teknis yang diperoleh akan sangat menentukan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Melalui pendidikan ini, kami ingin melahirkan personel yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan teknis di lapangan secara tepat, cepat, dan humanis,” katanya.

Dalam amanatnya, Ka SPN juga memberikan motivasi kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memperkuat integritas sebagai anggota Polri.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyamaan persepsi antara peserta, tenaga pendidik, dan pengasuh terkait pola pendidikan, aturan, serta target yang akan dicapai selama pelatihan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi bersama.