Launching dan Kampanye Siber Sehat NTT, Wujud Komitmen Bersama Ciptakan Ruang Digital Aman dan Sehat

Launching dan Kampanye Siber Sehat NTT, Wujud Komitmen Bersama Ciptakan Ruang Digital Aman dan Sehat

Kota Kupang, NTT — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT resmi meluncurkan Program Siber Sehat NTT dalam kegiatan Launching dan Kampanye Siber Sehat NTT yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Eltari Arena Kota Kupang, Sabtu (9/5/2026) pukul 07.00 hingga 10.15 Wita.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan teknologi secara sehat, cerdas, bijaksana, dan bertanggung jawab.

Transformasi digital yang berkembang pesat saat ini membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, mulai dari proses belajar, komunikasi, hingga akses informasi. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pula berbagai tantangan baru seperti kecanduan gadget, paparan konten negatif, penyebaran hoaks, hingga menurunnya kualitas interaksi sosial dan kesehatan mental, khususnya di kalangan anak dan remaja.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama sejumlah pimpinan instansi terkait menggagas Program Siber Sehat NTT sebagai gerakan edukasi dan literasi digital untuk mencegah dampak negatif dunia digital yang kerap disebut sebagai “narkoba digital”.

Program ini merupakan klinik informasi dan edukasi yang bertujuan memberikan literasi digital serta respons dini terhadap kecanduan konten digital berbahaya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) serta didukung Kanwil Kemenkumham NTT.

Kegiatan launching dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Kadis Kominfo Provinsi NTT, Kepala Stasiun TVRI Kupang, Kepala LPP RRI Kupang, Rektor Universitas Nusa Cendana, Bunda Literasi NTT, Ketua KPID NTT, para guru SMA/SMK, pelajar dan mahasiswa, komunitas digital, pegiat media sosial, serta masyarakat umum.

Dari unsur Polda NTT hadir mewakili Kapolda NTT/Kabidhumas Polda NTT Kasubbid PID dan anggota.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari para pejabat dan tokoh yang hadir. Momentum utama kegiatan ditandai dengan launching Program Siber Sehat NTT melalui penekanan aplikasi secara simbolis sebagai tanda dimulainya gerakan Siber Sehat NTT.

Selain launching, kegiatan juga diisi dengan kampanye dan sosialisasi langsung terkait bahaya adiksi digital, penyalahgunaan media sosial, penyebaran hoaks, serta pentingnya etika dan keamanan dalam bermedia digital.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra., S.I.K., M.H menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah nyata membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital.

“Polda NTT mendukung penuh Program Siber Sehat NTT sebagai upaya bersama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Literasi digital sangat penting agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber maupun dampak negatif media digital,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan media digital harus disertai tanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 junto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat NTT untuk bersama-sama menjaga ruang digital dengan tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya. Pengawasan dan pendampingan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mencegah kecanduan digital pada anak dan remaja,” tambahnya.

Program Siber Sehat NTT juga sejalan dengan PP Tunas Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak serta program peningkatan literasi digital masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya keamanan digital, mampu menggunakan internet secara sehat dan bertanggung jawab, serta ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran hoaks dan kejahatan siber di wilayah NTT.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan tarian bersama peserta sebagai simbol kebersamaan dalam mendukung gerakan Siber Sehat NTT menuju masyarakat digital yang cerdas, aman, dan produktif.