Polda NTT Berduka, Kapolres Manggarai Timur Pastikan Penanganan Humanis dan Dukungan Penuh untuk Keluarga Anggota
BORONG – Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) atas meninggalnya salah satu personel terbaiknya, Bripka Alexandrea Riberu, anggota Polsek Borong yang bertugas di Pospol Mano, Polres Manggarai Timur, pada Selasa sore (14/04/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.22 WITA setelah adanya laporan masyarakat kepada piket Samapta Polres Manggarai Timur. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah rumah asrama kosong di samping Pospol Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan.
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut.
“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara serta proses evakuasi. Tim identifikasi bersama tenaga medis segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas Mano, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan keikhlasan, serta menolak dilakukan autopsi,” tambah Kapolres.
Sebagai bentuk kepedulian, Polres Manggarai Timur bersama Polda NTT langsung mengambil langkah-langkah penanganan secara humanis, termasuk membantu proses pemulasaraan jenazah hingga pemulangan ke rumah duka di Cancar, Kabupaten Manggarai.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami keluarga besar Polda NTT sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok anggota yang berdedikasi. Kami memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga, baik secara moril maupun dalam pengurusan hak-hak almarhum,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh personel untuk terus saling peduli dan menjaga kondisi mental sesama rekan dalam menjalankan tugas.
“Solidaritas dan kepedulian antaranggota harus terus diperkuat. Kami mengajak seluruh personel untuk saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain,” tambahnya.
Saat ini, seluruh rangkaian penanganan telah berjalan dengan baik dan situasi tetap kondusif. Polda NTT juga memastikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, sejalan dengan semangat Polda NTT Penuh Kasih.
#PoldaNTTPenuhKasih
Humas Polda NTT
