Kapolda NTT Terima Audiensi BP3MI, Dukung Program SMK Go Global 2026 Siapkan SDM NTT Berdaya Saing Internasional
Kupang, NTT – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menerima audiensi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam rangka pembahasan Program SMK Go Global Tahun 2026, Kamis (30/7/2026) pukul 11.40 WITA di Ruang Kerja Kapolda NTT.
Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi antara Polda NTT dan BP3MI dalam mendukung upaya pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di NTT, agar memiliki kompetensi dan daya saing untuk bekerja secara legal di luar negeri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Direktur Kelembagaan Penempatan Brigjen Pol. Jefri Yanus E. Torunde, S.I.K., M.H., Direktur Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum Mocharom Ashadi, S.Ag., Ketua BP3MI Provinsi NTT Suratmi Hamida, S.Sos., serta Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H.
Dalam pertemuan tersebut dibahas pelaksanaan Program SMK Go Global yang merupakan program prioritas pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI. Program ini bertujuan menjembatani lulusan SMK/SMA dan masyarakat umum dengan peluang kerja resmi di luar negeri melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, sertifikasi internasional, serta penguasaan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026 dengan target nasional sebanyak 40.000 peserta, terdiri dari 24.000 lulusan SMK/SMA (60 persen) dan 16.000 masyarakat umum (40 persen). Pelaksanaannya dibagi dalam dua gelombang, yakni Batch I sebanyak 25.000 peserta dan Batch II sebanyak 15.000 peserta.

Adapun sektor yang menjadi prioritas penempatan meliputi perhotelan sebanyak 14.140 orang, kesehatan 12.780 orang, manufaktur 6.400 orang, pertanian 4.300 orang, pelatihan bahasa 1.700 orang, konstruksi 400 orang, transportasi 60 orang, serta ABK/Nelayan sebanyak 220 orang.
Khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah menetapkan target sebanyak 920 peserta, yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ketersediaan calon pekerja, serta kesiapan lembaga pelatihan di daerah.
Selain pembekalan keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan, peserta juga akan memperoleh pelatihan bahasa asing dan sertifikasi kompetensi sebagai bekal untuk memasuki pasar kerja internasional secara legal, aman, dan profesional.
Melalui pertemuan tersebut, Polda NTT menyatakan dukungannya terhadap program yang dinilai mampu membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia asal NTT.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Polda NTT menyambut baik sinergi yang dibangun bersama BP3MI dalam mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global.
"Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi muda Indonesia, khususnya putra-putri Nusa Tenggara Timur, agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Polda NTT mendukung penuh setiap upaya yang memberikan peluang kerja yang aman, legal, dan bermartabat bagi masyarakat," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Ia menambahkan, Polda NTT juga siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengikuti jalur penempatan pekerja migran yang resmi guna mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penempatan ilegal, maupun bentuk eksploitasi lainnya.
"Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan BP3MI, diharapkan semakin banyak masyarakat NTT yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara prosedural dengan perlindungan yang optimal. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah praktik-praktik penempatan pekerja migran secara ilegal," tambahnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Diharapkan sinergi antara Polda NTT dan BP3MI dapat memperkuat pelaksanaan Program SMK Go Global Tahun 2026 sehingga mampu melahirkan tenaga kerja asal NTT yang profesional, berdaya saing global, serta terlindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Humas Polda NTT
