Operasi Aman Nusa II, Polri Bantu Warga Terdampak Gempa di Lamba Leda Utara
Manggarai Timur, NTT — Di tengah situasi darurat pascagempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Timur, kehadiran Polri kembali dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Melalui Operasi Aman Nusa II Polda NTT Tahun 2026, Subsatgas Binmas Direktorat Binmas Polda NTT turun ke tengah warga untuk memberikan imbauan kamtibmas sekaligus membantu masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan dipimpin oleh Iptu Muhamad Tahir Hasbullah bersama sembilan personel Ditbinmas Polda NTT.
Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel Subsatgas Binmas terlebih dahulu mengikuti apel gabungan di Posko Ronting yang dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR. Setelah apel, personel kemudian bergerak menuju Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk melaksanakan kegiatan sambang dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kehadiran personel di tengah warga tidak sekadar menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam suasana pascabencana yang masih menyisakan kekhawatiran, personel juga turun langsung membantu warga yang membutuhkan.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat ketika seorang warga bernama Aldi Muhamad meminta bantuan personel untuk memindahkan barang-barang miliknya dari dalam rumah ke tempat yang lebih aman. Permintaan tersebut langsung direspons oleh personel Subsatgas Binmas.
Dengan penuh kebersamaan, personel membantu mengeluarkan dan memindahkan barang-barang milik warga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun kondisi lain yang dapat membahayakan keselamatan.
Tidak berhenti di situ, personel juga membantu warga lainnya, Friska, mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Bantuan sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang berada dalam situasi sulit akibat bencana.
Selain memberikan bantuan fisik, personel Subsatgas Binmas juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Warga diberikan informasi mengenai keberadaan rumah sakit lapangan yang berlokasi di belakang Koperasi Desa Merah Putih, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Rumah sakit lapangan tersebut disiapkan sebagai salah satu bentuk dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, sehingga warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera memperoleh pelayanan.
Dalam kesempatan tersebut, personel juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diingatkan bahwa dalam situasi bencana, informasi yang tidak benar atau hoaks dapat menimbulkan kepanikan dan memperburuk kondisi. Karena itu, setiap informasi mengenai perkembangan gempa maupun kondisi kebencanaan hendaknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada petugas di posko atau melalui sumber resmi.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Aman Nusa II merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan pendampingan secara langsung.
“Dalam menghadapi situasi bencana, Polri harus hadir dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran personel bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memberikan pelayanan, pendampingan serta bantuan kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Menurutnya, kondisi pascabencana membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk kepolisian, pemerintah daerah, petugas kesehatan, relawan, dan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, edukasi mengenai keselamatan dan informasi kebencanaan juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ikuti setiap perkembangan melalui sumber resmi, termasuk pemerintah daerah, BMKG maupun petugas yang berada di posko. Jika membutuhkan bantuan, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II, khususnya mereka yang memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak bencana.
“Dalam situasi bencana seperti ini, kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga melalui pelayanan, pendampingan, dan bantuan kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BMKG, maupun petugas di posko. Apabila membutuhkan bantuan, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.
Dalam setiap sambang, personel Subsatgas Binmas juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan, baik selama masa tanggap darurat maupun pada tahapan sebelum dan setelah bencana.
Masyarakat diminta tidak lengah dalam menjaga barang-barang berharga dan lingkungan sekitar, mengingat situasi bencana dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kriminal.
Selain itu, warga kembali diingatkan mengenai potensi gempa susulan. Personel mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, tidak panik, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila terjadi gempa kembali.
Apabila menerima informasi terkait bencana, masyarakat diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada petugas di posko terdekat atau sumber resmi lainnya. Warga juga diimbau terus memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi pemerintah daerah dan BMKG.
Rangkaian kegiatan sambang dan bakti sosial tersebut memperlihatkan bahwa Operasi Aman Nusa II bukan sekadar operasi dalam konteks pengamanan bencana. Lebih dari itu, operasi ini menjadi ruang bagi Polri untuk hadir secara langsung sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Di tengah rumah-rumah yang masih menyimpan kekhawatiran, barang-barang yang harus diamankan, serta rasa cemas menghadapi kemungkinan gempa susulan, kehadiran personel kepolisian memberikan pesan sederhana namun penting: masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri.
Melalui pendekatan yang humanis, pemberian informasi yang benar, bantuan kemanusiaan dan pelayanan di lapangan, Polri terus berupaya menjaga masyarakat agar tetap aman, tenang dan terlindungi selama masa tanggap darurat.
Operasi Aman Nusa II Polda NTT Tahun 2026 menjadi bukti bahwa di tengah situasi bencana sekalipun, negara harus hadir—bukan hanya melalui kekuatan dan pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian, empati dan uluran tangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Humas Polda NTT
