Kuota Rekrutmen Polri di Polda NTT Naik 110 Persen, Wakapolda Minta Casis Tetap Rendah Hati Jelang Pendidikan
Kupang, Jumat (3/7/2026) – Rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Nusa Tenggara Timur membawa kabar menggembirakan. Kuota penerimaan Bintara dan Tamtama Polri mengalami peningkatan hingga 110 persen, sehingga semakin banyak putra-putri terbaik NTT yang berkesempatan mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., didampingi Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn. dan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono, S.I.K., M.Si., di Aula Rupatama Polda NTT, Jumat (3/7/2026).

Sidang terbuka tersebut turut dihadiri para pejabat utama Polda NTT, ketua tim seleksi, pengawas internal, pengawas eksternal, serta perwakilan orang tua peserta sebagai bentuk komitmen pelaksanaan rekrutmen Polri yang mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Dalam arahannya, Wakapolda NTT mengungkapkan bahwa berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Polda NTT semula hanya memperoleh kuota 72 Bintara Polri pria. Namun setelah dilakukan berbagai upaya dan koordinasi, Mabes Polri memberikan tambahan kuota sehingga jumlah penerimaan meningkat menjadi 185 Bintara, terdiri dari 165 Bintara pria dan 20 Polisi Wanita (Polwan).

"Jika mengacu pada DIPA, kuota kita hanya 72 orang. Namun berkat doa, perjuangan Bapak Kapolda NTT bersama seluruh panitia, serta kepercayaan dari Mabes Polri, kuota tersebut bertambah menjadi 165 Bintara pria. Ini merupakan peningkatan sekitar 110 persen yang patut kita syukuri dan jaga bersama," ujar Brigjen Pol. Faizal.
Selain itu, Polda NTT juga meluluskan 63 calon Tamtama Polri, terdiri dari 59 Tamtama Brimob dan 4 Tamtama Polair.
Wakapolda menegaskan, tambahan kuota tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan menghasilkan personel Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
"Kepercayaan ini harus kita jaga. Yang lulus hari ini adalah mereka yang telah melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan. Tunjukkan bahwa kalian memang layak menjadi anggota Polri," katanya.
Meski telah dinyatakan lulus, Wakapolda mengingatkan para calon siswa agar tidak larut dalam euforia karena tantangan yang sesungguhnya baru akan dimulai saat mengikuti pendidikan pembentukan.
"Jangan euforia berlebihan. Tetap jaga kesehatan, jaga sikap, dan hindari segala bentuk pelanggaran. Apabila sebelum pembukaan pendidikan ada peserta yang melakukan pelanggaran, panitia berhak melakukan evaluasi bahkan mengganti peserta sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Ia juga meminta para orang tua untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada putra-putrinya selama masa menunggu pendidikan.
"Pendidikan pembentukan bukan hal yang mudah. Karena itu saya berharap para orang tua terus mengingatkan anak-anaknya agar menjaga kesehatan, disiplin, dan mempersiapkan mental maupun fisik dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Wakapolda menjelaskan, seluruh calon siswa yang dinyatakan lulus akan mulai mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri pada 20 Juli 2026 selama kurang lebih lima bulan.
Untuk calon Bintara Tugas Umum (PTU), Rekrutmen Proaktif (Rekpro), dan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) akan menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT. Sementara Bintara Intelijen akan mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan Intelijen (Pusdik Intel) Soreang, Jawa Barat, sedangkan 20 calon Polisi Wanita (Polwan) akan menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Jakarta.
Adapun 63 calon Tamtama Polri akan menjalani pendidikan di dua lembaga pendidikan Polri, yakni SPN Polda Kalimantan Selatan dan SPN Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai penempatan yang telah ditetapkan Mabes Polri.
Sementara itu, Karo SDM Polda NTT menjelaskan bahwa animo masyarakat mengikuti rekrutmen Polri tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 3.483 orang mendaftar secara daring, terdiri dari 2.867 pria dan 616 wanita. Setelah proses verifikasi administrasi, sebanyak 2.878 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Hingga sidang kelulusan akhir, tersisa 276 peserta, terdiri atas 212 calon Bintara dan 64 calon Tamtama. Berdasarkan hasil perangkingan nasional dan kuota yang ditetapkan Mabes Polri, dinyatakan lulus 185 calon Bintara dan 63 calon Tamtama.
Menutup arahannya, Wakapolda NTT memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil agar tidak berkecil hati dan terus mempersiapkan diri mengikuti rekrutmen pada tahun mendatang.
"Jangan menyerah hanya karena belum berhasil tahun ini. Terus belajar, tingkatkan kemampuan, jaga kesehatan, dan persiapkan diri lebih baik lagi. Kesempatan masih terbuka di masa mendatang. Bagi yang lulus, buktikan bahwa kalian layak menjadi insan Bhayangkara yang Presisi dan membanggakan masyarakat Nusa Tenggara Timur," pungkas Brigjen Pol. Faizal.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
