Misi Kemanusiaan 5 Hari di Manggarai Barat : Polres dan IASI Sentuh 1.300 Warga Terdampak Gempa

Misi Kemanusiaan 5 Hari di Manggarai Barat : Polres dan IASI Sentuh 1.300 Warga Terdampak Gempa

Labuan Bajo, NTT — Gelak tawa anak-anak membahana di halaman Asrama Putri Arnoldus Yansen, Desa Batu Cermin, Rabu sore itu. Di antara barisan tenda darurat dan dinding-dinding retak yang masih menyisakan trauma guncangan gempa, beberapa personel kepolisian berseragam lengkap tampak berlari kecil, bermain tebak kata, dan bernyanyi bersama puluhan siswa. Keriuhan bersahaja itu sejenak menghapus bayang-bayang ketakutan dari gempa bumi yang menggetarkan wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Selama lima hari penuh, sejak 21 hingga 25 September 2026, sebuah kerja kemanusiaan lintas elemen digelar. Polres Manggarai Barat melalui Satuan Binmas dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) berkolaborasi dengan Tim Relawan dan Pelayanan Medis Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI). Mereka menerjunkan personel dan bantuan terpadu ke titik-titik terdampak, memaduan tiga pilar utama: pemulihan psikososial (trauma healing), pelayanan kesehatan medis dasar (yankes), serta penyaluran logistik.

Guncangan gempa tidak hanya meretakkan fondasi fisik bangunan, tetapi juga meretas ketenangan jiwa kelompok rentan. Anak-anak dan lansia menjadi pihak paling rentan mengalami gejala kecemasan hebat hingga gangguan tidur (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa pemulihan trauma mental sama mendesaknya dengan penanganan fisik pascabencana.

"Kami menyadari bahwa luka fisik bisa dijahit dan bangunan roboh bisa dibangun kembali. Namun, luka batin anak-anak akibat trauma bencana butuh sentuhan kasih yang cepat dan tepat," ujar AKBP Christian Kadang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026) sore.

"Kehadiran Polri Presisi di sini bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan hadir sebagai pelindung dan pengayom raga serta jiwa masyarakat yang sedang berduka," sambungnya tegas.

Di setiap titik operasi—mulai dari Pesisir Rangko, Dusun Capi, Desa Melo, hingga kompleks asrama sekolah—pendampingan psikososial dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak bernyanyi, mewarnai, serta mempraktikkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti tata cara mencuci tangan empat langkah hingga enam langkah.

Maria (10), siswi asal Desa Melo, tak mampu menyembunyikan senyum sumringah usai mengikuti sesi permainan interaktif.

"Kemarin-kemarin kalau dengar bunyi keras sedikit saya langsung takut dan mau lari keluar rumah. Tapi hari ini senang sekali bisa main tebak-tebakan sama kakak-kakak polisi dan ibu dokter. Diberi susu dan biskuit juga," tutur Maria polos dengan mata berbinar.

Selain trauma psikologis, potensi ancaman penyakit pascabencana menjadi perhatian serius Si Dokkes Polres Manggarai Barat dan Tim Medis IASI. Banyak warga lansia dan pengasuh asrama mengalami lonjakan tekanan darah akibat stres dan kelelahan kronis.

AKBP Christian menjelaskan bahwa kondisi fisik dan psikologis saling berkelindan erat dalam proses pemulihan.

"Secara medis, kecemasan berlebih atau psikosomatis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis. Karena itu, saat anak-anak terhibur lewat trauma healing, imunitas mereka ikut meningkat. Di saat bersamaan, kami melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pemantauan tensi, serta pembagian multivitamin untuk lansia dan tenaga pendidik," paparnya.

Sinergi bersama IASI—organisasi alumni Ursulin yang mengusung semangat "Serviam" (Aku Mengabdi)—menjadi akselerator penting dalam efisiensi penanganan medis ini. Dokter dan perawat relawan IASI bahu-membahu bersama personel Polri melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu (door-to-door) bagi warga lansia serta difabel.

Perwakilan Tim Relawan IASI, Suster Pia Yustina Sutini, OSU, mengungkapkan komitmen moral di balik aksi kolaboratif tersebut.

"Nilai dasar kami adalah pelayanan tanpa sekat. Ketika bencana melanda Manggarai Barat, kami tidak bisa tinggal diam. Sinergi bersama Polres Mabar membuat pemetaan lapangan menjadi sangat presisi, sehingga bantuan medis dan logistik bisa menjangkau titik terluar yang paling membutuhkan," ungkap Sr. Tini, OSU.

Operasi kemanusiaan yang berlangsung maraton selama lima hari ini mencatatkan jangkauan yang luas di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Boleng, Komodo, dan Mbeliling.

Rangkaian kegiatan bakti sosial dan aksi kemanusiaan yang berlangsung pada 21–25 September 2026 berhasil menyalurkan bantuan logistik dan kesehatan kepada lebih dari 1.358 warga di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

‎Kegiatan diawali pada Senin (21/9) di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, dengan melayani 215 warga melalui edukasi kesehatan PHBS, arahan Kamtibmas, pemeriksaan kesehatan lansia dan guru, serta pembagian 200 paket sembako. Pada Selasa (22/9), tim bergerak ke Dusun Capi, Kecamatan Komodo, memberikan pelayanan medis dasar dan penyerahan bahan pokok kepada 115 jiwa.

‎Puncak kegiatan berlangsung secara bersamaan pada Rabu (23/9) di tiga lokasi terpisah, yaitu Desa Melo (Kecamatan Mbeliling), Asrama Putri Arnoldus Yansen, dan Asrama Seminari Ketentang di Batu Cermin. Rangkaian aksi kemanusiaan ini ditutup pada Jumat (25/9) dengan penyaluran perlengkapan tidur dan paket nutrisi di TK Pembina, Pesantren Al-Akbar, serta Asrama Seminari Labuan Bajo.

‎Total bantuan fisik yang tersalurkan mencakup 200 paket sembako, 70 kasur spons lipat, 700 selimut, 520 handuk clean kit, 50 sarung, 10 karpet, serta puluhan dus biskuit dan susu nutrisi anak.

Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghafilin Labuan Bajo, Ustadz Kafi, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan kepada para santri dan pengajar.

"Bantuan sarana tidur dan paket nutrisi ini sangat berarti bagi anak-anak kami di pesantren. Namun yang lebih penting dari itu adalah rasa tenang karena kami merasa tidak berjalan sendiri menghadapi musibah ini. Terima kasih kepada Polres Manggarai Barat dan relawan IASI," ungkap Ustadz Kafi penuh haru.

Selain menekan risiko kesehatan dan trauma psikologis, aksi kemanusiaan ini terbukti memperkokoh Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran sosok polisi yang humanis dan responsif menghadirkan rasa aman yang nyata di tengah keterpurukan warga.

Menanggapi keberhasilan aksi kemanusiaan terpadu tersebut, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Manggarai Barat serta jajaran relawan yang terlibat.

Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kapolda menegaskan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan pengejawantahan nyata dari komitmen Polri yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi krisis pascabencana.

"Bapak Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko memberikan apresiasi penuh dan rasa bangga atas kolaborasi kemanusiaan yang ditunjukkan jajaran Polres Manggarai Barat bersama Tim Relawan IASI. Kehadiran Polri di lapangan tidak hanya untuk memastikan stabilitas Kamtibmas tetap kondusif pascagempa, tetapi juga membawa empati, pemulihan kesehatan, serta penanganan psikososial secara langsung," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Kombes Pol Henry menambahkan bahwa langkah proaktif tersebut membuktikan keberadaan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tanggap bencana.

"Sinergi inklusif antara kepolisian, tenaga medis, dan elemen masyarakat seperti IASI menjadi teladan nyata dari semangat gotong royong. Bapak Kapolda NTT menekankan bahwa pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana harus menyentuh seluruh spektrum, baik fisik maupun batin. Pemantauan lanjutan (monitoring follow-up) akan terus difokuskan pada sektor kesehatan lingkungan pesantren, asrama, dan kawasan rentan lainnya agar masyarakat benar-benar bangkit pulih sepenuhnya," pungkas Kabidhumas Polda NTT.

Meski kegiatan periode 21–25 September 2026 telah rampung, Polres Manggarai Barat memastikan pemantauan kesehatan berkala akan terus berjalan, khususnya di lingkungan pesantren dan asrama sekolah.