Dari Seragam Polisi hingga Karang Taruna, Aipda Ronal Hati Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan

Dari Seragam Polisi hingga Karang Taruna, Aipda Ronal Hati Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan

KUPANG – Ada banyak cara untuk hadir di tengah masyarakat. Bagi Aipda Ronal Hati, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Terkadang, perhatian sederhana berupa bantuan sembako dan sapaan hangat justru menjadi berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Senin (14/9/2026), personel Biro SDM Polda NTT yang juga dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Desa Bolok, Kabupaten Kupang, itu turun langsung menemui warga di lingkungannya.

Sejumlah janda, duda, dan lanjut usia (lansia) menjadi sasaran kepedulian Aipda Ronal. Bantuan sembako diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Bagi Aipda Ronal, kegiatan tersebut lahir dari kedekatannya dengan warga. Sebagai Ketua Karang Taruna, ia bersentuhan langsung dengan berbagai kondisi sosial masyarakat Desa Bolok. Dari sana tumbuh kesadaran bahwa mereka yang membutuhkan tidak cukup hanya dilihat, tetapi juga perlu disapa dan dibantu sesuai kemampuan.

Saya melihat masih ada saudara-saudara kita, terutama janda, duda dan para lansia, yang membutuhkan perhatian. Apa yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa sedikit membantu kebutuhan mereka sehari-hari,” ujar Aipda Ronal Hati.

Ia menegaskan, semangat berbagi bukan tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang kemauan untuk hadir dan menunjukkan kepedulian.

Berbagi itu tidak harus menunggu kita punya banyak. Kalau ada yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama, mari kita lakukan. Yang paling penting adalah kepedulian dan keikhlasan,” katanya.

Kehadiran Aipda Ronal di tengah warga juga memperlihatkan sisi lain pengabdian seorang anggota Polri. Di luar tugas kedinasannya, ia tetap membangun kedekatan dengan masyarakat melalui peran sosial dan kepemudaan.

Bagi warga yang menerima, paket sembako tersebut bukan sekadar bantuan kebutuhan pokok. Ada perhatian yang terasa di baliknya. Ada pesan bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dari lingkungan dan tidak berjalan sendirian menghadapi kehidupan.

Aipda Ronal berharap kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Saya berharap apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi contoh bagi kita semua, terutama anak-anak muda, agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Jangan sampai ada orang di sekitar kita yang kesulitan tetapi kita tidak peduli,” ungkapnya.

Dari Desa Bolok, langkah sederhana itu menghadirkan makna yang lebih luas. Ketika seorang polisi hadir sebagai bagian dari masyarakat, kepedulian tidak lagi sebatas tugas, melainkan menjadi gerakan bersama untuk saling menguatkan.

Sebab terkadang, bagi mereka yang sedang menjalani hari dengan segala keterbatasan, sebuah bantuan kecil yang diberikan dengan tulus dapat menjadi tanda bahwa mereka masih diperhatikan.