Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Tekankan Integritas dan Kepercayaan Diri Peserta
Kupang — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka penerimaan anggota Polri melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Di wilayah Nusa Tenggara Timur, rangkaian seleksi resmi dimulai dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas yang digelar di Aula Rupatama Lantai III Polda NTT, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, didampingi Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi dan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Juli Agung Pramono. Turut hadir para ketua tim seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua/wali dan peserta seleksi SIPSS.

Dalam sambutannya, Wakapolda NTT menegaskan bahwa seleksi SIPSS bukan sekadar menjaring lulusan sarjana terbaik secara akademik, namun juga bertujuan melahirkan perwira Polri yang berintegritas, adaptif terhadap teknologi, serta berkarakter kuat.

“Seleksi ini adalah implementasi nyata komitmen Polri dalam mewujudkan birokrasi yang bersih melalui prinsip BETAH—bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Kami memastikan tidak ada ruang bagi praktik KKN dalam proses penerimaan Polri,” tegas Brigjen Pol Baskoro.
Wakapolda juga menekankan agar seluruh panitia seleksi bekerja secara cermat, teliti, dan profesional, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan dan kualitas peserta.
Berdasarkan data Polda NTT, jumlah pendaftar online SIPSS TA 2026 sebanyak 33 orang, terdiri dari 14 pria dan 19 wanita. Dari jumlah tersebut, sembilan peserta dinyatakan terverifikasi, yakni empat pria dan lima wanita dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari S2 Psikologi, S1 Kedokteran, Ilmu Pemerintahan, Teknik Komputer, Farmasi, Kimia, hingga Manajemen.
Tahapan seleksi SIPSS TA 2026 dilaksanakan mulai 15 Januari hingga 10 Februari 2026, dengan seluruh proses seleksi menerapkan metode one day service, di mana peserta dapat langsung mengetahui hasil setiap tahapan seleksi pada hari yang sama.
Untuk menjamin transparansi dan keadilan, seleksi ini juga diawasi secara ketat oleh pengawas eksternal, antara lain dari Masyarakat Jurnalis Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta instansi terkait lainnya.
Wakapolda NTT berpesan agar para peserta mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik, mental, maupun akademik, serta selalu mengedepankan kejujuran dan kepercayaan pada kemampuan diri sendiri.
“Belajar, berlatih, berdoa, dan mohon restu orang tua. Jangan pernah percaya pada oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan. Di era digital ini, kemampuan dan integritas Anda-lah yang menentukan, bukan titipan atau materi,” tegasnya.
Pesan serupa juga disampaikan kepada orang tua dan wali peserta, bahwa penerimaan Polri tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
“Hindari segala bentuk korupsi dan nepotisme, dan jangan percaya kepada oknum yang mengatasnamakan panitia seleksi untuk meluluskan putra-putri Anda,” ujar Wakapolda.
Di akhir arahannya, Wakapolda NTT menegaskan agar seluruh panitia dan pengawas seleksi tetap berpegang pada prinsip BETAH serta clean and clear, demi menjaga kredibilitas dan integritas proses penerimaan Polri.
“Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang jujur, dan pengawasan yang ketat, kami berharap seluruh rangkaian seleksi SIPSS TA 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan perwira Polri terbaik untuk masa depan institusi,” pungkasnya.
Humas Polda NTT
