Polres Belu Gencarkan Patroli Dialogis, Premanisme dan Gangguan Kamtibmas Jadi Sasaran

Polres Belu Gencarkan Patroli Dialogis, Premanisme dan Gangguan Kamtibmas Jadi Sasaran

Belu – Komitmen Polres Belu dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif terus diwujudkan melalui patroli dialogis rutin. Pada Jumat (10/7/2026) malam, Tim Patroli Turjawali Sat Samapta Polres Belu kembali menyisir sejumlah titik rawan guna mencegah tindak kriminalitas, aksi premanisme, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 21.00 Wita hingga tengah malam itu melibatkan enam personel yang dipimpin Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Belu, Ipda Budi R. Hidayat. Tim bergerak dari Mapolres Belu menuju Kompleks Pasar Lama, Gereja Polycarpus, kawasan KM 3 arah Kupang, Pasar Baru, Kompleks Tini, serta menyambangi kantor penyelenggara pemilu, kawasan perkantoran, tempat ibadah, dan sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.

Selama patroli berlangsung, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat. Sejumlah anak muda yang masih berkumpul di pinggir jalan, kawasan pertokoan, dan depan Plaza Pelayanan Publik diberikan edukasi serta diimbau untuk tidak berkumpul hingga larut malam.

Mereka juga diingatkan agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti konsumsi minuman keras, aksi pemalakan, balap liar, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain menyasar kelompok remaja, petugas juga menyampaikan imbauan kepada para pedagang yang masih berjualan di kawasan Pasar Baru Atambua agar segera menutup aktivitas dan kembali ke rumah demi menghindari potensi gangguan keamanan pada malam hari.

"Karena situasi sudah malam dan aktivitas pasar mulai sepi, kami mengimbau para pedagang agar segera berkemas dan pulang ke rumah. Selain sudah tidak banyak pembeli, kami juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa saja terjadi," ujar Ipda Budi R. Hidayat.

Ia menambahkan, kawasan pasar pada malam hari kerap menjadi tempat berkumpulnya sejumlah anak muda yang mengonsumsi minuman keras sehingga berpotensi memicu keributan maupun aksi premanisme yang dapat merugikan para pedagang.

Sementara itu, Kapolres Belu, AKBP I Gede Putra Astawa, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa patroli siang dan malam merupakan langkah preventif untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman.

"Kegiatan patroli kami fokuskan pada upaya pencegahan aksi premanisme yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Saya telah menginstruksikan seluruh personel, baik di Polres maupun Polsek jajaran, agar secara rutin melaksanakan patroli di titik-titik yang rawan serta lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda," katanya.

Menurut Kapolres, pembubaran kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya.

"Biasanya jika berkumpul sampai larut malam, apalagi sambil mengonsumsi minuman keras, sangat rentan memicu perkelahian, aksi pemalakan, hingga balap liar yang meresahkan masyarakat. Karena itu kami mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dan dialog," jelasnya.

Selain menjaga keamanan, Polres Belu juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan dan praktik premanisme.

Kapolres mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila melihat ataupun menjadi korban aksi premanisme. Laporan dapat disampaikan melalui kantor polisi terdekat, Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing, maupun layanan Call Center Polri 110.

"Ini merupakan komitmen kami untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban wilayah sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan terbebas dari aksi premanisme," pungkas AKBP I Gede Putra Astawa.

#NttPenihKasih