Safari Ramadhan 1447 H di Labuan Bajo: Sentuhan Kemanusiaan Polres Manggarai Barat Hangatkan Ujung Barat Flores
Labuan Bajo, NTT - Gema bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di ujung barat Pulau Flores tak hanya diwarnai lantunan doa dan ibadah ritual. Di tengah terik matahari Labuan Bajo, aksi nyata kemanusiaan justru menjadi denyut utama kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Melalui kegiatan bertajuk Safari Ramadhan, Senin (23/02/2026), Kepolisian Resor Manggarai Barat bersama Bhayangkari Cabang Manggarai Barat turun langsung menyambangi warga. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Barat, Ny. Keken Kadang.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 11.00 Wita dari Mapolres. Sasaran pertama adalah para Pekerja Harian Lepas (PHL) Polri dan petugas keamanan sekolah—mereka yang selama ini menjadi “garda belakang” dalam mendukung kelancaran tugas-tugas kepolisian.
“Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi dan perhatian kami kepada rekan-rekan PHL dan petugas keamanan yang selama ini telah membantu kelancaran tugas-tugas kepolisian,” ujar AKBP Christian Kadang saat menyerahkan paket beras dan telur secara simbolis.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya kerap menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat kecil.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan dapur di rumah selama bulan Ramadhan. Kami ingin memastikan mereka juga merasakan ketenangan dalam beribadah tanpa terlalu dipusingkan urusan dapur,” imbuhnya.
Perjalanan kemanusiaan berlanjut ke Panti Rehabilitasi Kusta dan Cacat St. Damian. Tepat pukul 12.12 Wita, rombongan Bhayangkari tiba membawa bantuan berupa beras, minyak goreng, dan mie instan.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Ny. Keken Kadang menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud kepedulian lintas batas.
“Kami datang ke St. Damian untuk bersilaturahmi. Kami ingin saudara-saudara kita di sini juga merasakan kebahagiaan dan keberkahan Ramadhan. Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi ini adalah ketulusan hati kami dari Bhayangkari,” ungkapnya.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Pondok Pesantren Al-Fath di wilayah Lamtoro. Kehadiran Bhayangkari disambut hangat para santri. Bantuan yang diserahkan menjadi simbol kehadiran Polri sebagai pengayom seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.
Aksi sosial ini menjadi representasi transformasi Polri yang semakin humanis dan presisi. Di bawah terik matahari Labuan Bajo, personel berseragam cokelat tak hanya tampil sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung yang penuh empati.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolda NTT Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Manggarai Barat.
“Safari Ramadhan yang dilaksanakan Polres Manggarai Barat merupakan implementasi nyata dari semangat Polri yang Presisi dan humanis. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di momentum bulan suci Ramadhan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini sejalan dengan arahan Kapolda NTT agar seluruh jajaran tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memperkuat sisi kemanusiaan dan pelayanan publik.
“Bapak Kapolda NTT menekankan bahwa Polri harus hadir dengan empati, membangun kedekatan emosional, serta mempererat silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat. Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian, toleransi, dan kebersamaan,” tambahnya.
Menutup rangkaian kegiatan, AKBP Christian Kadang kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Diharapkan, bantuan yang telah didistribusikan dapat menjadi manfaat bagi para penerima dalam menjalankan ibadah di bulan penuh berkah ini. Kami ingin semangat kepedulian ini menular ke pihak lain agar kebersamaan di Manggarai Barat semakin kokoh,” pungkasnya.
Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Labuan Bajo pun meninggalkan pesan kuat: bahwa di balik ketegasan seragam cokelat, terdapat ketulusan dan detak jantung kepedulian yang terus berdetak untuk masyarakat di ujung barat Pulau Flores.
Humas Polda NTT
