Wakapolda NTT Instruksikan Penguatan Operasional: Dari Analisis Intelijen Tajam hingga Penanganan Pemicu Kejahatan
Kupang, NTT — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT) Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., memberikan penekanan keras dan strategis kepada seluruh jajaran Kapolres serta Pejabat Utama (PJU) Polda NTT untuk meningkatkan kualitas pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Selasa (20/1/26).
Penekanan tersebut disampaikan Wakapolda dalam arahannya kepada jajaran pimpinan satuan wilayah, dengan menegaskan bahwa tantangan Kamtibmas ke depan membutuhkan sinergi lintas sektoral yang kuat serta tindakan kepolisian yang lebih presisi, terencana, dan berkelanjutan, mulai dari hulu hingga ke hilir.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menegaskan bahwa Forum Komunikasi Lalu Lintas tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Forum tersebut harus menjadi motor penggerak rencana aksi yang konkret dan dinamis di lapangan.
“Analisis dan evaluasi harus dilakukan lebih tajam dan mendalam, terutama dalam memetakan titik rawan kecelakaan lalu lintas dan kejahatan konvensional. Data bukan untuk disimpan, tetapi untuk ditransformasikan menjadi tindakan nyata,” tegas Wakapolda.
Sebagai tindak lanjut, Wakapolda menginstruksikan peningkatan intensitas patroli terfokus di wilayah rawan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, para Kapolres diwajibkan melaksanakan pengawasan dan pengendalian (Wasdal) secara melekat agar fungsi deteksi dini, preemtif, dan represif dapat berjalan optimal dan saling melengkapi.
Menanggapi tingginya angka kasus pengeroyokan dan penganiayaan di sejumlah wilayah, Wakapolda NTT secara khusus menyoroti konsumsi minuman keras (miras) sebagai salah satu pemicu utama gangguan Kamtibmas.
“Kejahatan jalanan dan kekerasan sering kali berawal dari konsumsi miras. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Oleh karena itu, kepolisian akan mengambil langkah tegas namun tetap humanis dalam menertibkan peredaran dan konsumsi miras, dengan tetap menggandeng pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang lebih kondusif dan aman bagi masyarakat.
Untuk memastikan organisasi Polri di wilayah NTT bergerak secara efektif dan terarah, Wakapolda menekankan lima poin krusial kepada jajaran internal.
Pertama, fungsi intelijen harus menjadi ujung tombak dalam setiap perencanaan, sehingga mekanisme analisis dan evaluasi diawali dari analisa intelijen yang tajam dan akurat.
Kedua, para Kapolres diingatkan untuk selalu memahami dinamika situasi wilayah serta mengimplementasikan konsep “Panca Siap” dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ketiga, Pejabat Utama diminta menyiapkan dan menyajikan data yang valid dan terkini sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan, sejalan dengan prinsip evidence-based policing.
Selain itu, Wakapolda juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan integritas internal, serta memperhatikan kesehatan personel. Seluruh anggota Polri di NTT diingatkan untuk senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kita ingin hasil akhir yang optimal, yaitu meningkatnya penyelesaian tindak pidana dan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas. Semua itu dimulai dari perencanaan yang matang dan pengawasan yang konsisten,” pungkas Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.
Dengan penekanan tersebut, diharapkan jajaran Polda NTT mampu menghadirkan pelayanan Kamtibmas yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.
Humas Polda NTT
