Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Masih Siaga, Polda NTT Perkuat Kesiapsiagaan dan Imbau Warga Tetap Waspada

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Masih Siaga, Polda NTT Perkuat Kesiapsiagaan dan Imbau Warga Tetap Waspada

Kupang — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus memantau secara intensif perkembangan aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata yang hingga kini masih berada pada Level III (Siaga). Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan keselamatan masyarakat serta pengendalian situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan resmi PVMBG Badan Geologi periode pengamatan Selasa, 20 Januari 2026 pukul 06.00–12.00 WITA, Gunung Ile Lewotolok teramati mengalami 114 kali letusan dengan tinggi kolom erupsi mencapai 300–500 meter, disertai asap berwarna putih, kelabu hingga hitam. Aktivitas erupsi juga diiringi gemuruh dengan intensitas lemah.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa jajaran Polri di wilayah Lembata telah disiagakan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik tersebut.

“Polda NTT terus berkoordinasi dengan Polres Lembata, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel di lapangan. Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Henry.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan asap kawah bertekanan lemah setinggi 20–50 meter di atas puncak. Selain itu, tercatat pula aktivitas kegempaan berupa letusan, hembusan, serta tremor harmonik dan non-harmonik yang menandakan dinamika magma masih berlangsung.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape aktif melakukan pengamanan jalur penghubung Kecamatan Ile Ape menuju Lewoleba, sekaligus memberikan imbauan langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada serta menggunakan masker.

Terkait informasi dari AirNav Indonesia mengenai potensi penutupan sementara Bandara Wunopito Lembata akibat sebaran abu vulkanik, Kabidhumas Polda NTT memastikan bahwa hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berjalan normal, namun tetap dalam pengawasan ketat.

“Polri mendukung penuh langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dan lembaga teknis. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Imbauan Kepolisian

Di akhir keterangannya, Kabidhumas Polda NTT mengimbau masyarakat agar:

  1. Tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

  2. Mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

  3. Menggunakan masker dan pelindung diri untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

  4. Menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.

  5. Selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

“Dengan kewaspadaan bersama dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi, kita berharap seluruh masyarakat tetap aman dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan,” pungkas Kombes Pol Henry.