Apel Pagi Gabungan Satker Polda NTT: Kabidhumas Tekankan Peran Strategis Anggota di Era Digital

Apel Pagi Gabungan Satker Polda NTT: Kabidhumas Tekankan Peran Strategis Anggota di Era Digital

Kupang, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar apel pagi gabungan seluruh satuan kerja (satker) pada Selasa (5/5/2026). Apel yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra ini berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh seluruh personel sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Kabidhumas mengawali dengan menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah NTT.

“Selamat pagi, salam presisi! Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan personel Satker Polda NTT atas dedikasi dan loyalitas dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Kedisiplinan mengikuti apel pagi ini adalah langkah awal yang baik untuk memulai pelayanan prima hari ini,” ujar Kombes Pol Henry.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran seluruh anggota Polri terhadap perkembangan era digital yang kian terbuka. Mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023, setiap anggota Polri memiliki peran sebagai pengembang fungsi kehumasan.

“Artinya, wajah Polri di mata masyarakat NTT ditentukan oleh setiap individu yang mengenakan seragam cokelat ini. Di era digital, setiap tindakan kita di lapangan langsung menjadi konsumsi publik secara real-time. Dunia siber bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan medan tugas nyata yang harus kita kuasai,” tegasnya.

Kabidhumas juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi Polri dalam menjalankan tugas pokok di era digital, di antaranya distorsi informasi akibat maraknya hoaks, risiko dalam pelayanan publik yang kurang didukung etika komunikasi, serta masih adanya kesenjangan pemahaman digital di kalangan personel.

“Keberhasilan tugas kita seringkali tenggelam oleh narasi negatif karena kurang cepat dalam mengomunikasikan kepada publik. Selain itu, pelayanan yang sudah sesuai prosedur bisa menjadi masalah jika tidak dibarengi komunikasi yang baik. Ini menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Sebagai solusi, ia mengajak seluruh personel untuk mengoptimalkan peran Polri dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan jati diri institusi. Salah satunya dengan memperkuat harkamtibmas di ruang digital serta meningkatkan transparansi dalam penegakan hukum.

“Jadilah agen cooling system di media sosial untuk meredam konflik. Penegakan hukum harus transparan dan akuntabel. Dokumentasikan setiap kegiatan pelayanan sebagai konten positif agar masyarakat melihat kehadiran Polri yang humanis dan tulus,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Kabidhumas memberikan imbauan kepada seluruh anggota agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tindakan, mengingat setiap aktivitas anggota Polri berpotensi menjadi sorotan publik.

“Pahami bahwa setiap tindakanmu adalah berita, pastikan itu adalah berita kebaikan. Tingkatkan kemampuan administrasi digital sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, serta jaga marwah institusi dengan tidak melakukan pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Usai pelaksanaan apel, seluruh personel melanjutkan kegiatan dengan olahraga bersama guna menjaga kebugaran fisik dan keseimbangan mental dalam menghadapi tuntutan tugas yang semakin kompleks di era digital.

Apel pagi ini menjadi moment penting dalam memperkuat komitmen seluruh personel Polda NTT untuk terus beradaptasi, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.