Bhabinkamtibmas Polres Manggarai Antar Bantuan hingga Pelosok, Dua Warga Terdampak Gempa Tak Luput dari Perhatian
MANGGARAI – Di tengah proses pemulihan pascabencana gempa bumi, kepedulian Polri terus menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Bukan hanya hadir untuk menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas juga menjadi sosok yang memastikan warga yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.
Hal itu ditunjukkan Aiptu Emilius Johan, Bhabinkamtibmas Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Polsek Satar Mese, Polres Manggarai, saat menyambangi warga terdampak gempa, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.15 WITA.
Di wilayah Desa Nao, Aiptu Emilius Johan menyerahkan bantuan Polri kepada dua warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Keduanya saat ini tengah mendapatkan perawatan di Posko Kesehatan Puskesmas Langke Majok, Kecamatan Satar Mese.
Kondisi keduanya membutuhkan perhatian khusus. Salah seorang merupakan remaja yang sedang menjalani perawatan karena penyakit asma, sementara seorang lainnya merupakan ibu yang tengah menunggu proses persalinan.
Melihat kondisi tersebut, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan warga selama menjalani perawatan dan menghadapi situasi pascabencana. Bantuan tersebut berupa spons, selimut, biskuit, ikan sarden, mi instan, air mineral serta popok bayi.
Bagi warga yang sedang berada dalam situasi sulit, bantuan tersebut bukan sekadar barang kebutuhan sehari-hari. Kehadiran personel Polri menjadi pesan bahwa mereka tetap diperhatikan dan tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
Ucapan terima kasih pun disampaikan warga penerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Polri yang datang langsung menemui mereka.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian, terlebih dalam situasi pascabencana.
Menurutnya, seorang Bhabinkamtibmas dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya, sehingga setiap persoalan dapat diketahui dan direspons sedini mungkin.
“Setiap Bhabinkamtibmas harus peka terhadap situasi yang berkembang di wilayah tugasnya masing-masing. Setiap peristiwa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat harus direspons dengan cepat, tepat, humanis, profesional, dan prosedural,” tegas Kapolres.
Kapolres menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan penegakan hukum. Mendengar keluhan, memberikan rasa aman, membantu warga yang mengalami kesulitan hingga memastikan kebutuhan masyarakat tersampaikan juga merupakan bagian dari pelayanan kepolisian.
Respons cepat di lapangan, lanjutnya, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar.
“Kami mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Dengan begitu, setiap kondisi yang terjadi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kehadiran Aiptu Emilius Johan di tengah warga Desa Nao menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana tugas kepolisian hadir dalam kehidupan masyarakat. Dari pelosok desa, seorang Bhabinkamtibmas membawa bantuan sekaligus menghadirkan rasa aman dan kepedulian.
Bagi Polres Manggarai, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan dan pendampingan hingga mampu bangkit kembali.
Bhayangkara hadir dengan penuh kasih, mendengar, membantu dan melayani masyarakat hingga pelosok negeri.
Humas Polda NTT
