Brimob Polda NTT Amankan Pemulihan Infrastruktur Pasca Konflik Warga di Flores Timur

Brimob Polda NTT Amankan Pemulihan Infrastruktur Pasca Konflik Warga di Flores Timur

Flores Timur, NTT – Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Brimob Polda NTT melaksanakan kegiatan Bantuan Kendali Operasi (BKO) kepada Polres Flores Timur dalam rangka penanganan konflik sosial yang terjadi di wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Keputusan Dankor Brimob Polri Nomor Kep.261/V/2025 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial, serta Surat Perintah Komandan Satuan Brimob Polda NTT Nomor: SPRIN/214/III/OPS.2.2/2026.

Sebanyak 32 personel Kompi 1 Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah hukum Polres Flores Timur. Personel tersebut dipimpin langsung oleh Danton Gas I, Iptu Simon Hedo.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan pelaksanaan apel pagi yang dilaksanakan di Basecamp Sta. Theresia Waiburak sebagai bentuk kesiapan personel sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

Selanjutnya personel melaksanakan pengamanan kegiatan perbaikan jaringan listrik oleh teknisi PLN ULP Adonara di Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur. Pengamanan dilakukan menyusul konflik yang sebelumnya terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina.

Pengamanan ini dipimpin oleh Aiptu Yosias F. Bahi guna memastikan para teknisi PLN dapat bekerja dengan aman serta mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat setempat.

Pada malam hari, personel kembali melaksanakan apel malam di Basecamp Sta. Theresia Waiburak yang dipimpin oleh Danton Gas I Iptu Simon Hedo, dilanjutkan dengan patroli cipta kondisi bersama personel Polres Flores Timur di wilayah Kecamatan Adonara Timur hingga pukul 22.00 WITA. Patroli tersebut dipimpin oleh Aiptu Jamaludin Wuse guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pasca konflik.

Dalam kegiatan tersebut, personel dilengkapi dengan berbagai perlengkapan operasional serta berbagai perlengkapan pengamanan lainnya seperti tameng sekat, velbed, senter dan alat komunikasi. Selain itu juga disiagakan kendaraan dinas roda enam berupa satu unit truk Isuzu dan satu unit bus yang standby di Mapolres Flores Timur.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob merupakan bentuk dukungan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal pasca konflik sosial.

“Polda NTT melalui Satuan Brimob melaksanakan BKO untuk memperkuat Polres Flores Timur dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Pengamanan ini juga bertujuan memastikan proses pemulihan fasilitas vital seperti jaringan listrik dapat berjalan dengan aman demi kepentingan masyarakat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, Minggu (8/3/26).

Ia menambahkan bahwa langkah patroli cipta kondisi juga dilakukan sebagai upaya preventif agar tidak terjadi eskalasi konflik lanjutan di tengah masyarakat.

“Kami terus mengedepankan pendekatan persuasif dan pengamanan yang terukur guna menjaga stabilitas kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tambahnya.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, pengamanan perbaikan jaringan listrik berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran aparat kepolisian mampu menjamin keamanan teknisi PLN sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kecamatan Adonara Timur.

Selain itu, patroli cipta kondisi yang dilaksanakan bersama personel Polres Flores Timur berhasil menjaga situasi keamanan tetap terkendali pasca konflik antarwarga di dua dusun tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan BKO yang dilaksanakan oleh personel Kompi 1 Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi lengkap dan sehat, sementara perlengkapan satuan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk mendukung tugas pengamanan selanjutnya.