Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat di Desa Dikira Sumba Barat Daya, Akses Anak Sekolah Segera Terbuka
Sumba Barat Daya, NTT – Satuan Brimob Polda NTT melalui Batalyon C Pelopor melaksanakan pembangunan jembatan darurat di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi jembatan yang licin dan derasnya arus sungai akibat hujan, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Sebanyak 34 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon C Pelopor, KOMPOL Dennis Y. N. Leihitu, S.H., dengan melibatkan masyarakat setempat secara gotong royong.
Kegiatan diawali pada pukul 09.00 WITA dengan apel pengecekan kesiapan personel gabungan staf dan Kompi 1 Batalyon C Pelopor yang dipimpin Wadanki 1 Yon C Pelopor IPTU Antonius Raja.

Selanjutnya pukul 09.15 WITA, personel bergerak menuju Desa Dikira menggunakan kendaraan dinas 1 unit D-Max, 1 unit Maung, dan 1 unit truk Isuzu. Setibanya di lokasi pada pukul 10.10 WITA, personel langsung bergabung dengan masyarakat untuk memulai pengerjaan jembatan darurat.
Peralatan dan material pendukung yang digunakan antara lain dua unit gergaji mesin, paku ukuran 10 (4 kg), paku ukuran 15 (3 kg), pelampung SAR, serta tali nilon.
Hingga pukul 18.30 WITA, progres pengerjaan telah mencapai 50 persen. Personel kemudian berpamitan dengan masyarakat untuk kembali ke Mako Batalyon C Pelopor. Pada pukul 19.50 WITA, seluruh personel tiba dan melaksanakan apel pengecekan yang dipimpin Danton 1 Kompi 1 Yon C Pelopor IPDA Yakub Dappalangga.
Untuk sementara, kondisi di lokasi masih cukup menantang karena arus air yang deras dan keruh, serta permukaan jembatan yang licin akibat hujan. Pengerjaan akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian dan respons cepat Polda NTT terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga serta anak-anak sekolah. Kami tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan,” ujar Kabidhumas.
Lebih lanjut disampaikan, Kapolda NTT mengapresiasi sinergi antara personel Brimob dan masyarakat Desa Dikira yang bersama-sama bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Bapak Kapolda menegaskan bahwa Polri harus menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat. Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi warga, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.
Polda NTT memastikan pengerjaan akan dilanjutkan hingga tuntas agar jembatan darurat tersebut dapat segera digunakan secara aman oleh masyarakat Desa Dikira dan sekitarnya.
Humas Polda NTT
