Hujan Intensitas Tinggi, Polres Malaka Lakukan Monitoring dan Imbau Warga Waspada Banjir

Hujan Intensitas Tinggi, Polres Malaka Lakukan Monitoring dan Imbau Warga Waspada Banjir

Malaka – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Malaka mendorong jajaran Polres Malaka untuk melakukan monitoring di sejumlah titik rawan genangan dan banjir, Sabtu (25/4/2026). Hasil pemantauan menunjukkan adanya genangan air di beberapa wilayah, meski situasi secara umum masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa monitoring dilakukan oleh seluruh Polsek jajaran guna memastikan kondisi wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami telah mengerahkan personel di masing-masing wilayah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap dampak curah hujan yang tinggi. Tujuannya agar situasi tetap terkendali dan masyarakat bisa segera mendapatkan bantuan jika dibutuhkan,” ujar Kapolres.

Di wilayah Polsek Malaka Tengah, genangan air terpantau terjadi di sejumlah titik seperti badan jalan, area pasar, dan pemukiman warga. Beberapa desa terdampak di antaranya Desa Wehali (Dusun Bakateuk), Bereliku, Naimana, Fahiluka, dan Umakatahan, dengan ketinggian air rata-rata mencapai sekitar 40 sentimeter. Genangan ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta sistem drainase yang belum mampu menampung debit air.

Sementara itu, di wilayah Polsek Malaka Barat, kondisi serupa juga terjadi. Genangan air tidak hanya menggenangi pemukiman warga dan jalan raya, tetapi juga area sekolah. Selain itu, dilaporkan adanya pohon tumbang di Desa Rabasa Haerain yang langsung ditangani oleh aparat kepolisian bersama pemerintah desa setempat. Ketinggian air di sejumlah desa seperti Oanmane, Sikun, Fafoe, Umalor, Raimataus, Besikama, Maktihan, Naas, dan Motaulun rata-rata mencapai 30 sentimeter.

Di wilayah Polsek Weliman, genangan air dengan ketinggian cukup signifikan terjadi di Desa Farukmodok dan Desa Wederok, dengan ketinggian mencapai 50 hingga 80 sentimeter. Meski demikian, aliran Sungai Benenain yang sempat mengalami peningkatan debit air masih terpantau dalam kondisi normal dan aman.

Sementara di wilayah Polsek Wewiku, genangan air dilaporkan terjadi di Dusun Laensukaer, Desa Seserai, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter akibat hujan yang turun secara terus-menerus.

Kapolres Malaka menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi banjir kiriman dari Sungai Benenain. Genangan yang terjadi diperkirakan murni akibat tingginya curah hujan lokal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan terus meningkat. Segera laporkan kepada aparat terdekat apabila terjadi kondisi darurat,” tambah AKBP Riki Ganjar Gumilar.

Polres Malaka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan. Dengan langkah sigap tersebut, diharapkan situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

#PoldaNTTPenuhKasih