Kapal Penyeberangan Tenggelam di Selat Larantuka, Ditpolairud Polda NTT Selamatkan Dua Kru
Sebuah kapal motor penyeberangan dilaporkan tenggelam di perairan Selat Larantuka, Senin pagi (9/3/2026). Beruntung, dua kru kapal berhasil diselamatkan oleh personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTT yang sedang melaksanakan piket di wilayah tersebut.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H., menjelaskan peristiwa tersebut melibatkan kapal motor KM Tanjung Harapan 3 dengan ukuran GT 34 yang melayani rute penyeberangan Larantuka menuju Tabulota.
“Kejadian bermula sekitar pukul 08.10 Wita saat angin kencang disertai gelombang besar menghantam Dermaga Pelni Larantuka. Sejumlah kapal yang sedang sandar berupaya mencari tempat berlindung,” jelas Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.
KM Tanjung Harapan 3 kemudian berlayar meninggalkan dermaga untuk mencari perlindungan menuju Pelabuhan Tobilota di wilayah Adonara. Saat itu kapal belum sempat mengangkut penumpang dan hanya membawa dua unit sepeda motor milik kru.
Namun sekitar pukul 08.45 Wita, kapal tersebut dihantam gelombang besar hingga air laut masuk ke bagian dek kapal dan menyebabkan kapal tenggelam di perairan Selat Larantuka.
Petugas Marinir Polisi (Marnit) Flores Timur yang sedang melaksanakan piket melihat kondisi kapal menggunakan teropong sekitar pukul 09.00 Wita. Menyadari situasi darurat tersebut, personel Ditpolairud langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Personel kami segera menuju titik kejadian dan berhasil mengevakuasi dua kru kapal ke Dermaga Tobilota atau Kantor Syahbandar Tobilota dalam kondisi selamat,” ungkap Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.
Dua kru kapal yang berhasil diselamatkan yakni:
-
Kornelis Kopong (54), nahkoda kapal, warga Kelurahan Pante Besar, Flores Timur.
-
Eman Hayon (24), anak buah kapal (ABK), warga Desa Tobilota, Kecamatan Wotan Ulumado, Flores Timur.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat penumpang di atas kapal, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material akibat tenggelamnya kapal diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah personel dan armada Ditpolairud Polda NTT, di antaranya kru KP Pulau Timor 3016, KP Pulau Ndana 3004, KP Pulau Batek 3003, serta KP 2004, dengan dukungan kapal Ship Tender 01 KP Pulau Timor 3016 dan KP Pulau Ndana 3004.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat serta operator kapal agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat pesisir dan operator kapal untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mengutamakan keselamatan saat berlayar,” tegasnya.
Humas Polda NTT
