Pasca Gempa Flores M7,7, POLRI dan TNI Bersihkan Puing MAN Nagekeo, Siapkan Tenda Darurat untuk Siswa

Pasca Gempa Flores M7,7, POLRI dan TNI Bersihkan Puing MAN Nagekeo, Siapkan Tenda Darurat untuk Siswa

NAGEKEO, NTT — Kepolisian Resor Nagekeo bersama personel Brigif TP 42/Ksatria Elang Flores (KEF) turun langsung membantu membersihkan puing-puing bangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nagekeo yang terdampak gempa bumi tektonik Flores Tahun 2026.

Kegiatan kurvei tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) mulai pukul 08.30 WITA, sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat aparat keamanan terhadap dampak bencana yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo.

Sejumlah personel Polres Nagekeo terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Aesesa, Kasat Intel Polres Nagekeo, Kasat Binmas Polres Nagekeo, Kasiwas Polres Nagekeo, KBO Satreskrim Polres Nagekeo, serta personel Polres Nagekeo. Kegiatan juga mendapat dukungan dari personel Brigif TP 42/Ksatria Elang Flores.

MAN Nagekeo merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak gempa bumi tektonik Flores Tahun 2026 dengan magnitudo 7,7. Berdasarkan kondisi di lapangan, bangunan sekolah mengalami kerusakan kategori sedang.

Kerusakan tersebut antara lain berupa retakan pada sejumlah bagian bangunan serta robohnya plafon di beberapa ruangan yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi itu membuat aktivitas pendidikan membutuhkan penanganan dan penyesuaian agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Personel Polri bersama TNI kemudian bergotong royong membersihkan puing-puing dan material bangunan yang rusak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan fasilitas sekolah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Tidak hanya melakukan pembersihan, personel Brigif TP 42/Ksatria Elang Flores juga melakukan pembangunan tenda darurat yang akan digunakan sebagai tempat sementara untuk kegiatan belajar mengajar siswa MAN Nagekeo.

Pembangunan tenda darurat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan proses pendidikan di tengah kondisi sekolah yang masih membutuhkan perbaikan. Dengan adanya tempat belajar sementara, para siswa diharapkan tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sambil menunggu fasilitas sekolah dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi situasi darurat dan bencana.

“Polri bersama TNI dan seluruh unsur terkait akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pembersihan fasilitas pendidikan dan dukungan terhadap penyediaan tempat belajar sementara merupakan bagian dari kepedulian kami agar aktivitas masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak, dapat segera kembali berjalan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap langkah penanganan pascabencana harus dilakukan dengan mengutamakan aspek keamanan, termasuk memastikan fasilitas yang mengalami kerusakan tidak digunakan sebelum dinyatakan layak dan aman.

“Kami berharap dukungan dan kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pihak sekolah, serta masyarakat dapat terus diperkuat. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” lanjutnya.

Kegiatan kurvei di MAN Nagekeo juga menjadi gambaran nyata sinergitas TNI-Polri dalam penanganan dampak bencana. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi pihak sekolah dan para siswa yang tengah menghadapi situasi pascagempa.

Dengan dilaksanakannya pembersihan puing serta pembangunan tenda darurat, diharapkan kegiatan belajar mengajar siswa MAN Nagekeo dapat tetap berlangsung secara bertahap dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman.

Polri menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak, sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascagempa bumi Flores Tahun 2026.