Puncak Prosesi Jumat Agung, Polda NTT Penuh Kasih Kawal Kekhidmatan Ribuan Peziarah di Larantuka
Larantuka – Ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati jalanan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada puncak Prosesi Jumat Agung dalam rangkaian Semana Santa 2026, Kamis (2/4/2026).
Di tengah lautan umat yang mengikuti prosesi suci, Polda NTT menghadirkan pengamanan humanis melalui semangat “Polda NTT Penuh Kasih” guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan tetap khusyuk.

Sejak pagi hari, personel gabungan Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga relawan lintas agama telah disiagakan di sejumlah titik penting mulai dari Kapela Tuan Ma, jalur prosesi darat, hingga kawasan pusat Kota Larantuka yang dilalui peti Yesus Kristus.
Tak hanya melakukan pengamanan, personel di lapangan juga tampak membantu para peziarah lanjut usia, mengatur arus massa, membagikan air minum, serta memberikan imbauan secara santun dan persuasif.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan Jumat Agung tahun ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan spiritualitas masyarakat.
“Kami menyadari bahwa Jumat Agung adalah momen puncak keheningan, doa, dan refleksi bagi umat. Karena itu, kehadiran personel Polda NTT di lapangan bukan semata untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan seluruh peziarah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan relawan lintas agama agar arus peziarah tetap tertib meski jumlah umat yang hadir sangat besar.
Dalam pengelolaan massa, Polda NTT menerapkan pola koordinasi terpadu yang menghubungkan personel di lapangan dengan tokoh masyarakat dan relawan secara cepat. Cara ini dinilai efektif untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik prosesi.
“Setiap potensi hambatan langsung kami komunikasikan secara terbuka dan humanis kepada para peziarah. Jika terjadi kepadatan, petugas segera mengarahkan umat ke jalur alternatif dengan tetap menghormati kekhusyukan mereka,” jelasnya.
Selain pengamanan di jalur darat, Polda NTT juga memperketat pengamanan di sektor perairan. Personel Ditpolairud Polda NTT melakukan pengawalan terhadap kapal yang membawa peti Tuan Meninu dan mengawasi seluruh perahu pengiring yang melintas di wilayah Selat Gonsalu.
Petugas memastikan seluruh armada mematuhi aturan keselamatan pelayaran, mengingat arus di Selat Gonsalu cukup kuat dan jumlah perahu pengiring meningkat signifikan saat prosesi berlangsung.
Kehadiran aparat keamanan yang bersinergi dengan pemuda lintas agama juga menjadi simbol persaudaraan dan toleransi di Flores Timur. Sepanjang rute prosesi, terlihat personel Polri bersama masyarakat bahu-membahu menjaga ketertiban.
Kabidhumas menegaskan, Polda NTT akan terus mengawal seluruh rangkaian Semana Santa hingga selesai dan mengimbau para peziarah untuk tetap mematuhi arahan petugas.
“Kami berharap seluruh rangkaian Prosesi Jumat Agung dan Semana Santa 2026 dapat berlangsung aman dan damai. Semoga setiap doa yang dipanjatkan membawa berkat, dan kehadiran Polda NTT dapat memberi rasa aman di hati seluruh masyarakat,” pungkasnya.
#PoldaNTTPenuhKasih
Humas Polda NTT
