Saat Rumah Tak Lagi Aman, Polisi Bantu Warga Selamatkan Harta yang Tersisa
MANGGARAI — Ketika dinding rumah retak dan sebagian bangunan runtuh akibat gempa bumi, masuk kembali ke dalam rumah bukan perkara mudah. Ada rasa takut, ada kekhawatiran bangunan kembali roboh, namun di dalamnya masih tersimpan barang-barang berharga yang menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga.

Dalam situasi seperti itu, warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, tidak harus menghadapi risiko seorang diri. Polres Manggarai bersama Tim SAR Brimob Pelopor turun tangan membantu menyelamatkan barang-barang milik warga yang rumahnya terdampak gempa.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung pada Rabu (26/8/2026), mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Personel gabungan mendatangi tiga rumah warga di wilayah Kecamatan Reok untuk melakukan evakuasi terhadap barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Lokasi pertama berada di rumah Basuki di Lingkungan Raca, Kelurahan Reo. Selanjutnya, tim bergerak ke rumah Thamrin di Lingkungan Tanah Putih I, Kelurahan Mata Air, serta rumah Tanwin A. Bakar di Lingkungan Tanah Putih, Kelurahan Mata Air.
Sejumlah kerusakan terlihat pada bangunan yang menjadi lokasi evakuasi. Ada dinding samping yang rubuh, tiang depan teras mengalami retak, hingga tembok rumah yang mengalami keretakan.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir untuk mengambil barang-barang mereka sendiri.
Di sinilah personel Polri hadir.
Dengan tetap memperhatikan kondisi bangunan dan faktor keselamatan, personel membantu mengeluarkan berbagai perabot dan barang berharga dari dalam rumah. Barang-barang tersebut kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut maupun kehilangan.
Tim gabungan dipimpin AKP Roy Dansu selaku Danki Tugas, Ipda Martino Tilman selaku Wadanki Gas, Ipda Joko Sugiarto, S.A.P., M.H. selaku Kapolsek Reo, Aiptu Akmaludin selaku Kanit Sabhara Polsek Reo, Aiptu Syamsul Rizal selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru dan Aipda Ruslin selaku Bhabinkamtibmas Polsek Reo, bersama 11 personel BKO SAR Brimob Pelopor Resimen II D.
Bukan Hanya Menjaga, Polisi Ikut Mengangkat Beban Warga
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak berhenti pada aspek pengamanan.
Menurutnya, dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat sangat beragam. Ada warga yang membutuhkan bantuan logistik, pelayanan kesehatan, pengamanan, hingga bantuan untuk menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa dari rumah yang rusak.
“Polri hadir untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan setelah bencana. Termasuk ketika warga membutuhkan bantuan untuk mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Kombes Pol Henry.
Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan evakuasi.
“Jangan sampai masyarakat mengambil risiko dengan masuk ke bangunan yang mengalami kerusakan. Apabila membutuhkan bantuan, segera berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Personel akan membantu dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan,” katanya.
Bagi warga terdampak gempa, barang yang berhasil dikeluarkan dari rumah bukan sekadar benda. Sebuah lemari, sofa, peralatan rumah tangga, maupun barang pribadi dapat menjadi bagian dari kehidupan yang selama ini mereka bangun.
Menyelamatkannya berarti membantu warga mempertahankan sebagian dari apa yang mereka miliki di tengah kondisi yang serba sulit.
Bhabinkamtibmas Jadi Penghubung dengan Warga
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari respons Polri. Kedekatan personel dengan masyarakat membuat kebutuhan warga dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Personel tidak hanya memberikan imbauan dari kejauhan, tetapi ikut turun langsung membantu warga memindahkan barang.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dalam penanganan bencana, kekuatan Polri tidak hanya terletak pada jumlah personel dan peralatan, tetapi juga pada kepedulian serta kemauan untuk bekerja bersama masyarakat.
Warga yang mendapatkan bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran personel kepolisian. Mereka merasa terbantu karena barang-barang yang masih dapat digunakan berhasil diselamatkan tanpa harus mengambil risiko terlalu besar.
Kombes Pol Henry mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman.
“Kami mengajak masyarakat tetap waspada. Jangan memaksakan diri masuk ke bangunan yang retak atau rusak. Jika ada barang yang perlu diselamatkan atau membutuhkan bantuan lainnya, segera sampaikan kepada petugas Polri,” imbaunya.
Ia menambahkan, jajaran Polda NTT bersama seluruh Polres terdampak akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik selama proses pemulihan pascagempa.
“Harapan kami, masyarakat tetap kuat dan tidak merasa sendiri menghadapi masa sulit ini. Polri akan terus hadir, membantu sesuai kemampuan, menjaga keamanan, dan bersama-sama masyarakat melewati proses pemulihan,” pungkasnya.
Di Reok, bantuan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi warga yang rumahnya telah rusak, kehadiran polisi yang ikut mengangkat barang dari dalam rumah menjadi pesan sederhana bahwa di tengah bencana, masih ada tangan yang bersedia membantu.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar tetap bertahan dan bangkit kembali.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT
Humas Polda NTT
