Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Personel Samapta Polda NTT Bantu Bongkar dan Evakuasi Rumah Warga Terdampak Gempa
MANGGARAI TIMUR – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Dalam pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, personel Direktorat Samapta Polda NTT yang diperkuat satwa K-9 turun langsung membantu warga di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Sebanyak 32 personel Ditsamapta Polda NTT beserta satwa K-9 melaksanakan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Manggarai Timur, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana gempa bumi, khususnya dalam proses evakuasi barang dan pembongkaran bangunan rumah yang terdampak.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata arahan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., agar seluruh personel yang diterjunkan dalam operasi kemanusiaan hadir langsung di tengah masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan serta bantuan nyata kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Personel di lapangan diarahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat,” ujar Henry menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Dari Rumah Warga hingga Sarana Pendidikan
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 08.00 WITA dengan apel pengecekan personel. Setelah itu, personel Samapta bergerak menuju Dusun Muwur, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Pada pukul 08.30 hingga 10.30 WITA, personel membantu mengevakuasi barang sekaligus membongkar rumah milik Abraham Koten yang berada di RT 05/RW 03 Dusun Muwur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 11.00 hingga 12.00 WITA dengan membantu evakuasi barang dan pembongkaran rumah milik Alfonsius Kedong yang berada di lokasi yang sama.
Tidak berhenti di situ, pada pukul 12.00 hingga 13.00 WITA, personel kembali membantu proses evakuasi barang dan pembongkaran rumah milik Maksimilianus Tarsi di Dusun Muwur, Desa Satar Kampas.
Setelah membantu warga, personel juga memberikan perhatian terhadap sarana pendidikan. Pada pukul 14.00 hingga 15.00 WITA, personel melaksanakan evakuasi barang milik TK RA Anur Waso yang berada di Kampung Waso, Desa Satar Kampas.
Menjelang sore, aksi kemanusiaan kembali dilanjutkan. Pada pukul 16.00 hingga 18.00 WITA, personel membantu mengevakuasi barang milik warga bernama Fahrudin M. Saleh.
Kehadiran Polri di Tengah Masa Pemulihan
Menurut Kabidhumas Polda NTT, keterlibatan personel Samapta dalam proses evakuasi dan pembongkaran rumah merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
Kehadiran personel di lokasi juga diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meringankan beban warga yang harus menghadapi kerusakan tempat tinggal maupun kehilangan sejumlah barang akibat bencana.
“Semangat yang dibangun adalah gotong royong. Personel Polri bersama masyarakat bekerja bersama untuk mempercepat proses pemulihan. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat untuk bangkit,” kata Henry.
Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 sendiri menjadi wadah bagi jajaran Polda NTT untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam penanganan dampak bencana.
Tidak hanya personel Samapta, keberadaan satwa K-9 juga menjadi bagian dari dukungan operasional dalam pelaksanaan tugas di wilayah terdampak.
Polri Terus Bergerak Bersama Masyarakat
Kegiatan kemanusiaan tersebut menunjukkan bahwa tugas kepolisian dalam situasi bencana memiliki dimensi yang luas. Selain menjaga situasi keamanan tetap kondusif, personel turut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendesak dan mempercepat proses pemulihan.
Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus mengedepankan kehadiran langsung di tengah masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
“Yang terpenting adalah masyarakat tidak merasa sendiri. Polri akan terus hadir, bergerak bersama masyarakat dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk membantu proses pemulihan hingga kondisi kembali pulih,” pungkas Henry.
Aksi 32 personel Samapta Polda NTT di Manggarai Timur menjadi gambaran bahwa di tengah puing-puing bangunan dan situasi pascabencana, semangat kemanusiaan tetap menyala.
Polri hadir, membantu, dan bergerak bersama masyarakat untuk bangkit dari bencana.
NTT PENUH KASIH, POLRI UNTUK MASYARAKAT.
Humas Polda NTT
