Tuntas Jalankan Misi Kemanusiaan, Tim Slog Polri Bantu Korban Gempa Flores Tinggalkan NTT dengan Kehangatan

Tuntas Jalankan Misi Kemanusiaan, Tim Slog Polri Bantu Korban Gempa Flores Tinggalkan NTT dengan Kehangatan

LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT – Ada misi kemanusiaan yang membawa Tim Staf Logistik (Slog) Polri datang ke Nusa Tenggara Timur. Bukan sekadar menjalankan penugasan, keberadaan mereka menjadi bagian dari ikhtiar Polri membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Setelah menjalankan tugas dalam mendukung penanganan bencana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak, perjalanan Tim Liaison Officer (LO) Slog Polri di NTT akhirnya sampai pada penghujung.

Jumat (4/9/2026), suasana hangat mewarnai pelepasan tim di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K, hadir melepas Tim LO Slog Polri yang akan kembali ke Jakarta.

Pelepasan tersebut menjadi momen penuh makna. Di balik jabat tangan dan penghormatan yang diberikan, tersimpan cerita tentang sebuah perjalanan tugas yang dilaksanakan untuk satu tujuan: membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa Flores.

Datang Membawa Misi, Pulang Membawa Kenangan

Katim LO Slog Polri Kombes Pol E Jacky Umbu Kaledi mengatakan, penugasan di NTT menjadi sebuah kehormatan karena tim dapat mengambil bagian dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa.

“Sebuah kehormatan dapat menuntaskan tugas kemanusiaan di bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda NTT melalui Kapolres Manggarai Barat beserta jajaran atas perhatian, dukungan dan kehormatan dalam melepas Tim LO Slog Polri kembali ke Jakarta,” ujar Kombes Pol E Jacky.

Menurutnya, selama berada di NTT, tim tidak hanya menjalankan tugas logistik, tetapi menjadi bagian dari gerak bersama dalam mendukung penanganan dampak bencana.

Bantuan yang dikirimkan dan didistribusikan menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang kehilangan kenyamanan akibat gempa. Di tengah keterbatasan, setiap bantuan menjadi penguat bagi warga untuk bertahan dan perlahan bangkit.

“Kami pulang membawa rasa bangga, hormat dan kebersamaan yang akan selalu dikenang. Terima kasih NTT. Sampai bertemu kembali dalam tugas dan pengabdian untuk negeri,” ungkapnya.

Logistik Menjadi Bagian Penting Misi Kemanusiaan

Dalam situasi bencana, bantuan tidak cukup hanya tersedia. Bantuan harus dapat bergerak, sampai ke wilayah yang membutuhkan dan diterima oleh masyarakat secara tepat.

Di sinilah dukungan logistik memiliki peran penting.

Tim LO Slog Polri hadir sebagai bagian dari upaya memastikan dukungan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Flores dapat berjalan dengan baik. Berbagai kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut.

Penugasan ini sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan Polri dalam menghadapi bencana bukan hanya berada pada personel di lapangan, tetapi juga pada kemampuan menggerakkan dukungan logistik untuk masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah kondisi darurat, kerja sama antarsatuan menjadi kunci. Setiap personel mengambil bagian masing-masing, dari proses koordinasi hingga dukungan terhadap distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Kapolda NTT Apresiasi Misi Kemanusiaan Tim Slog Polri

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Tim LO Slog Polri selama berada di NTT.

Menurutnya, kehadiran Tim Slog Polri menjadi bagian penting dari sinergi penanganan bencana, khususnya dalam mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Flores.

“Polda NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim LO Slog Polri yang telah hadir dan menjalankan misi kemanusiaan di NTT. Dukungan dalam penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk membantu masyarakat melewati masa sulit,” ujar Kombes Pol Henry.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kebersamaan dan kerja cepat dari berbagai unsur.

“Dalam situasi bencana, kehadiran dan kepedulian sangat berarti bagi masyarakat. Apa yang telah dilakukan Tim LO Slog Polri merupakan bagian dari semangat Polri untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Labuan Bajo Menjadi Titik Perpisahan

Setelah misi kemanusiaan dijalankan, Labuan Bajo menjadi titik perpisahan.

Di tempat itu, jajaran Polres Manggarai Barat melepas tim dengan penuh penghormatan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya sebuah perjalanan tugas, namun bukan akhir dari semangat pengabdian.

Tim Slog Polri datang ke NTT membawa tugas.

Mereka bergerak bersama dalam misi kemanusiaan ketika masyarakat Flores membutuhkan dukungan.

Dan kini, mereka meninggalkan NTT dengan membawa pulang pengalaman, rasa bangga dan kenangan tentang masyarakat Flobamora.

Bagi masyarakat yang menerima bantuan, mungkin yang tersisa adalah barang-barang yang membantu memenuhi kebutuhan mereka. Namun di balik setiap bantuan itu ada pesan yang jauh lebih besar: bahwa ketika bencana datang, masyarakat tidak berjalan sendirian.

Polri hadir melalui personel yang berada di lapangan, melalui jajaran kewilayahan, dan melalui dukungan logistik yang digerakkan untuk membantu mereka yang terdampak.

Penugasan Tim LO Slog Polri pun berakhir dengan sebuah kesan sederhana namun mendalam.

Datang untuk menjalankan misi kemanusiaan, bekerja untuk membantu masyarakat, dan pulang dengan membawa cerita tentang pengabdian di tanah Flores.

Terima kasih NTT. Sampai bertemu kembali dalam tugas dan pengabdian untuk negeri.