Polri Dampingi Petani, Kebun Bawang Putih di Desa Lemon Tumbuh Subur
TTU – Dari lahan sederhana di Desa Lemon, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), semangat mewujudkan ketahanan pangan terus tumbuh. Tanaman bawang putih yang baru berusia 16 hari mulai menghijau, menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat mendukung program swasembada bawang putih nasional.

Semangat itu mendapat dukungan langsung dari jajaran Polsek Miomaffo Barat. Jumat (4/9/2026), Kapolsek Miomaffo Barat bersama Kanit Binmas, Kanit Provost dan Bhabinkamtibmas Desa Lemon turun langsung mengecek perkembangan kebun bawang putih milik Kelompok Tani Revolusi.
Lahan seluas kurang lebih 7 are tersebut merupakan hasil kerja sama Polres TTU dengan masyarakat Desa Lemon. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, khususnya upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada bawang putih.
Sekitar pukul 09.15 WITA, rombongan Polsek Miomaffo Barat tiba di lokasi dan berdialog langsung dengan Ketua Kelompok Tani Revolusi bersama para anggotanya.
Tidak sekadar melihat hamparan tanaman, pengecekan dilakukan untuk memastikan bawang putih tumbuh dengan baik sekaligus mengetahui secara langsung kondisi lahan dan berbagai kebutuhan petani.
Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan tanaman cukup baik. Bawang putih yang telah ditanam selama 16 hari tersebut rata-rata telah mencapai tinggi sekitar 5 sentimeter.
Ketua Kelompok Tani Revolusi menjelaskan bahwa perawatan tanaman dilakukan secara berkala, termasuk penyiraman menggunakan sistem selang drip setiap satu minggu untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman.
Bagi para petani, setiap pertumbuhan kecil dari tanaman tersebut memiliki arti besar. Dari tunas yang mulai tumbuh, tersimpan harapan akan hasil panen yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus mendukung ketersediaan bawang putih di daerah.
Polri Hadir dari Tanam hingga Panen
Kapolsek Miomaffo Barat bersama personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap tekun merawat tanaman.
Pemantauan secara rutin dinilai penting untuk mengetahui sejak dini apabila terdapat hama, penyakit tanaman maupun kendala lain yang dapat menghambat pertumbuhan bawang putih.
“Keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan saat menanam. Perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan juga sangat penting. Karena itu, komunikasi antara petani dan Bhabinkamtibmas harus terus dijaga,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Polri di lahan pertanian menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun nyata.
Polisi tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki.
Dari Desa Lemon untuk Ketahanan Pangan
Sinergi antara Polres TTU dan Kelompok Tani Revolusi menunjukkan bahwa program ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama.
Petani menjadi penggerak utama di lapangan, sementara Polri hadir memberikan pendampingan, membangun komunikasi dan membantu menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Ketua Kelompok Tani Revolusi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Miomaffo Barat yang terus menjalin komunikasi dengan masyarakat.
Ia juga memastikan bahwa apabila terdapat persoalan maupun gangguan keamanan di sekitar lahan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Lemon.
Hubungan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Kini, tanaman bawang putih di lahan Kelompok Tani Revolusi masih berada pada tahap awal pertumbuhan. Namun, dari lahan seluas 7 are itu telah tumbuh sebuah harapan: bahwa desa dapat mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Polsek Miomaffo Barat berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan mendorong agar potensi pertanian di wilayah tersebut dapat berkembang.
Sebab ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari lahan-lahan besar, tetapi juga dari kerja keras petani di desa, dari tanaman yang dirawat setiap hari, dan dari sinergi berbagai pihak yang memilih untuk hadir dan bekerja bersama.
Dari Desa Lemon, bawang putih ditanam, harapan ditumbuhkan, dan semangat menuju swasembada pangan terus dirawat.
Humas Polda NTT
