Wujud Empati Polri, Polda NTT Beri Bantuan Tali Asih serta Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban di Ngada
Ngada, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap warga yang mengalami musibah. Pada Rabu, 04 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita, jajaran Polres Ngada melaksanakan kunjungan dan silaturahmi kepada keluarga almarhum (YBR), korban meninggal dunia akibat gantung diri, di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan sosial, penggalangan, serta pulbaket pasca kejadian, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan moral, psikologis, dan kemanusiaan kepada keluarga korban.
Rombongan yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta jajaran Polres Ngada, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada Rudolfus Wogo, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Ngada Magdalena Adriani Dima, S.Sos, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Dr. Maria Yovita B. Moi, M.M., unsur kecamatan dan desa, serta pejabat utama Polres Ngada yang dipimpin oleh Waka Polres Ngada KOMPOL Osman Hendaru, S.H.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya rombongan di Mako Polres Ngada pada pukul 09.30 Wita, kemudian bertolak menuju lokasi rumah duka pada pukul 09.45 Wita dan tiba pada pukul 11.00 Wita. Setibanya di lokasi, rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Naruwolo, Dionisius Roa, bersama keluarga korban.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Polres Ngada menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum YBR. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan sosial atau tali kasih dari Kapolda NTT dan Kapolres Ngada kepada keluarga korban, berupa beras 100 kilogram, mie instan, telur ayam, dua dus paket tali asih, serta santunan.
Selanjutnya, dilakukan pendampingan psikologis dan trauma healing oleh Pendamping Psikolog Ps. Kasi Dokes Polres Ngada, Pengatur Tk. I Muhammad Isramansyah, A.Md.Kep, didampingi Kabag SDM Polres Ngada AKP Sukandar serta personel Polwan. Konseling difokuskan kepada dua kakak kandung korban serta teman-teman dekat korban, guna membantu proses pemulihan psikologis pasca kejadian.
Sementara itu, ibu kandung korban, Maria Goreti Te’a, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Polda NTT yang telah menaruh perhatian bagi keluarganya.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang berduka.
“Bapak Kapolda NTT menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan. Kunjungan dan silaturahmi ini adalah bentuk empati, kepedulian, serta dukungan moral kepada keluarga korban agar tetap kuat dan tabah menghadapi musibah,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan Kepolisian pasca kejadian juga dilakukan secara humanis dan profesional, dengan tetap menghormati kondisi psikologis keluarga serta nilai-nilai sosial dan budaya setempat.
“Kami berharap kehadiran Polri dapat sedikit meringankan beban mental keluarga, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Secara keseluruhan, kunjungan dan silaturahmi ini bertujuan untuk memberikan penguatan, mengurangi beban psikologis, serta menunjukkan dukungan moral dan kemanusiaan kepada keluarga almarhum YBR, sekaligus mempererat hubungan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Humas Polda NTT
