Wujud Kepedulian Polri, Polda NTT Tinjau Longsor dan Bantu Warga Borokanda yang Terdampak Gempa

Wujud Kepedulian Polri, Polda NTT Tinjau Longsor dan Bantu Warga Borokanda yang Terdampak Gempa

Ende, NTT — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ende. Pada Jumat (21/8/2026), jajaran Polda NTT bersama Polres Ende turun langsung meninjau lokasi longsoran di ruas Jalan Trans Ende–Bajawa sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Bray Borokanda, Kecamatan Ende Utara.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 Wita tersebut dipimpin Kabidkum Polda NTT Kombes Pol Pambudi bersama Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ruas Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak longsor akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Material longsoran dilaporkan menutupi seluruh badan jalan sehingga mengganggu akses transportasi masyarakat yang menghubungkan dua kabupaten.

Selain meninjau kondisi infrastruktur, rombongan juga menyambangi masyarakat pesisir di Desa Bray Borokanda yang turut merasakan dampak bencana gempa bumi. Bantuan sembako diserahkan sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah situasi pascabencana.

Kapolda NTT: Polri Hadir di Tengah Masyarakat

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi bencana merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Peninjauan ini bukan hanya untuk melihat kondisi infrastruktur yang terdampak, tetapi juga memastikan keadaan masyarakat serta kebutuhan mereka dapat diketahui secara langsung. Bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian dan empati Polri kepada warga yang membutuhkan,”

Kombes Pol Sajimin menambahkan, penanganan pascabencana membutuhkan sinergi seluruh pihak. Karena itu, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam rangka mendukung percepatan penanganan dampak bencana, termasuk terhadap akses transportasi yang terganggu akibat longsoran.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mengutamakan keselamatan. Polri bersama seluruh stakeholder akan terus berupaya membantu masyarakat dan mendukung langkah-langkah penanganan di lapangan sesuai dengan situasi dan kebutuhan,” ujarnya.

Kapolres Ende: Bantuan Merupakan Bentuk Kepedulian Polri

Sementara itu, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., yang didampingi Kabidkum Polda NTT Kombes Pol Pambudi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat dan fasilitas umum yang terdampak bencana alam.

“Kegiatan pemberian sembako ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Polri terhadap kondisi masyarakat serta fasilitas umum yang terdampak bencana alam. Kami juga ingin melihat secara langsung kondisi dan situasi masyarakat di lokasi pascagempa, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat diketahui dan menjadi perhatian bersama,”

Menurutnya, kondisi Jalan Trans Ende–Bajawa yang mengalami longsor menjadi perhatian karena ruas tersebut merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat menuju dua wilayah kabupaten.

“Kami melihat langsung kondisi jalan yang terdampak longsoran. Jalan ini merupakan akses transportasi yang sangat penting bagi masyarakat. Karena itu, kondisi seperti ini perlu mendapatkan perhatian dan penanganan bersama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” tutur AKBP Yudhi.

Kapolres Ende juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan situasi pascagempa serta mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

Warga: Bantuan Pertama yang Diterima Setelah Tujuh Hari

Kehadiran rombongan Polri dan bantuan sembako tersebut mendapat sambutan haru dari masyarakat Desa Bray Borokanda. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTT, Kapolres Ende, serta Kabidkum Polda NTT yang telah memberikan bantuan di tengah kondisi sulit yang mereka alami pascagempa.

Warga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan pertama yang mereka terima setelah tujuh hari pascagempa bumi, sementara bantuan dari pemerintah daerah maupun instansi lainnya belum masuk ke desa mereka.

Ungkapan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran Polri yang hadir di lokasi. Selain bantuan logistik, kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau.

Tinjau Kondisi Jalan dan Pastikan Situasi Aman

Selama berada di lokasi, rombongan melihat secara langsung material longsoran yang menutup badan Jalan Trans Ende–Bajawa. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi infrastruktur dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Kegiatan peninjauan lokasi longsor dan pembagian sembako kepada masyarakat Desa Bray Borokanda selesai sekitar pukul 12.00 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Usai kegiatan tersebut, sesuai rencana, Kabidkum Polda NTT bersama Kapolres Ende melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Mustaqim, Desa Bray Borokanda, Kecamatan Ende Utara.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah situasi pascabencana, Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan kepedulian, bantuan kemanusiaan, serta memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas publik terdampak bencana mendapat perhatian.