Wujudkan Kamseltibcarlantas Aman dan Nyaman, Polda NTT Mulai Operasi Keselamatan Turangga 2026
Kupang, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Turangga Tahun 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat-2026”. Kegiatan berlangsung di Lapangan Mapolda NTT, Senin (2/2/2026).
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn, serta dihadiri oleh unsur Forkopimda NTT, para pejabat utama Polda NTT, dan seluruh peserta apel dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Turangga 2026, Irwasda Polda NTT menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan peserta apel.
Dalam amanatnya, Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Apel gelar pasukan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil guna sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dinamika permasalahan lalu lintas di era modernisasi dan digitalisasi transportasi saat ini. Menurutnya, Polri khususnya Polantas dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja melalui implementasi Program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tujuan utama yang ingin dicapai antara lain mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas Tahun 2025 di wilayah hukum Polda NTT, kondisi lalu lintas masih memerlukan perhatian serius. Tercatat sepanjang tahun 2025 terjadi 1.897 kejadian kecelakaan lalu lintas, meningkat sebesar 19 persen atau 300 kejadian dibandingkan tahun 2024.

Meskipun jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 11,27 persen atau 374 jiwa, Irwasda menegaskan bahwa setiap nyawa yang hilang di jalan raya tetap menjadi perhatian serius dan harus diminimalisir. Sementara itu, korban luka ringan mengalami kenaikan 28,85 persen dengan total 2.354 orang, dan jumlah pelanggaran lalu lintas menurun 10 persen menjadi 32.200 pelanggaran, namun tetap perlu ditekan secara signifikan.
Irwasda Polda NTT juga memaparkan faktor-faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT, di antaranya faktor manusia yang didominasi pengendara di bawah pengaruh alkohol khususnya miras lokal, kurang kehati-hatian, serta pelanggaran aturan lalu lintas. Selain itu, faktor kendaraan yang tidak laik jalan dan faktor kondisi jalan serta lingkungan juga menjadi penyumbang terjadinya kecelakaan.
Dalam rangka menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1447 H, Polri melaksanakan Operasi Keselamatan Turangga 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 14 Februari 2026, secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan humanis guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Adapun sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan Kamseltibcarlantas, antara lain penggunaan knalpot tidak sesuai standar, kendaraan tidak laik jalan, kendaraan di bawah pengaruh alkohol, penggunaan sirine dan rotator ilegal, TNKB tidak sesuai ketentuan, hingga pelanggaran penggunaan helm dan kelebihan muatan.
“Diharapkan melalui Operasi Keselamatan Turangga 2026 ini dapat menekan angka pelanggaran serta menurunkan jumlah korban fatalitas kecelakaan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Enriko.
Menutup amanatnya, Irwasda Polda NTT menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa berdoa sebelum bertugas, mengutamakan keselamatan dengan mempedomani SOP, memperkuat sinergitas antarinstansi, mengedepankan sikap humanis, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra Polri.
“Dengan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Senin, 2 Februari 2026, Operasi Keselamatan Turangga Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dimulai,” pungkasnya.
Humas Polda NTT
