Aksi Spontan Polisi di Rote Ndao: Dari Mapolsek ke Ambulans, Demi Selamatkan Ibu Hamil

Aksi Spontan Polisi di Rote Ndao: Dari Mapolsek ke Ambulans, Demi Selamatkan Ibu Hamil

Rote Ndao — Siang itu, Rabu (25/02/2026), suasana di Markas Polsek Lobalain berjalan seperti biasa. Namun sekitar pukul 14.30 Wita, dua tenaga medis dari Puskesmas Baa datang dengan wajah cemas. Mereka membutuhkan bantuan segera.

Santa Rosia dan Bidan Veronika Mite meminta personel piket untuk mengemudikan mobil ambulans guna merujuk seorang ibu hamil ke RSUD Baa. Permintaan itu bukan tanpa alasan—situasi mendesak menuntut respons cepat.

Kapolsek Lobalain, IPDA Djony Elvis Pada, S.H., mengungkapkan bahwa tanpa menunggu lama, personel piket langsung bergerak.

“Begitu menerima permintaan dari tenaga medis, anggota kami segera menuju Puskesmas Baa. Bripda Rendi Tjong bersama tenaga medis melakukan persiapan untuk merujuk pasien atas nama Dewinta Manuain ke RSUD Baa,” jelas IPDA Djony.

Tak ada seremoni, tak ada perintah berjenjang yang rumit. Yang ada hanyalah refleks kemanusiaan. Bripda Rendi mengambil alih kemudi ambulans, memastikan perjalanan rujukan berlangsung aman dan lancar.

Bagi Polsek Lobalain, ini bukan kali pertama. IPDA Djony menyebutkan, aksi kemanusiaan seperti ini sudah menjadi bagian dari komitmen mereka.

“Ini kedua kalinya personel kami membantu evakuasi pasien rujuk ke RSUD Baa. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kita harus hadir di tengah masyarakat, berbuat hal positif dan berdampak bagi orang lain,” tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh personel selalu diingatkan untuk siap siaga kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan.

“Hal-hal positif seperti ini penting untuk menjaga citra Polri di tengah masyarakat. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Secara terpisah, Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P., turut mengapresiasi langkah cepat anggotanya.

“Kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat dan respons cepat terhadap pengaduan adalah harapan pimpinan Polri untuk menjaga nama baik institusi,” ujarnya.

Menurutnya, kebaikan dan ketulusan dalam membantu sesama bukan hanya menjaga nama baik pribadi dan institusi, tetapi juga mencerminkan wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana semangat Commander Wish Kapolda NTT.

Di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian, kisah sederhana dari Lobalain ini menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri tak selalu tentang penegakan hukum semata. Terkadang, ia hadir dalam bentuk tangan yang sigap di balik kemudi ambulans—mengantar harapan seorang ibu menuju keselamatan.

Dan di situlah, makna “Polri Untuk Masyarakat” menemukan wujud nyatanya.