Atensi Presiden dan Kapolri, Polri Bersama BNN Gerebek Kampung Narkoba Serentak di Seluruh Indonesia

Atensi Presiden dan Kapolri, Polri Bersama BNN Gerebek Kampung Narkoba Serentak di Seluruh Indonesia

Jakarta – Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Satpol PP menggelar operasi pemberantasan narkoba secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia, Jumat (9/10/2026). Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, BNN, TNI, hingga Satpol PP. Di Jakarta, petugas menyasar dua lokasi yang menjadi perhatian dalam pemberantasan narkoba, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Kristian Siagian menegaskan, operasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden kepada Kapolri untuk memperkuat pemberantasan narkoba di seluruh Indonesia.

“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian saat berada di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2026).

Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang berada di lingkungan tempat peredaran narkotika berlangsung. Karena itu, Polri mengajak warga untuk bekerja sama dalam mengungkap dan memutus jaringan peredaran narkoba.

“Kami meminta kerja sama dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk melakukan pemberantasan mata rantai narkoba,” jelasnya.

700 Personel Gabungan Dikerahkan

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, operasi di Jakarta dilaksanakan secara simultan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos dengan mengerahkan sekitar 700 personel gabungan.

Personel yang dilibatkan berasal dari unsur Brimob, Dalmas, satuan narkoba tingkat Mabes Polri, Polda dan Polres, serta TNI.

Dari operasi di dua lokasi tersebut, petugas mengamankan 24 orang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan. Rinciannya, delapan orang diamankan di Kampung Boncos dan 16 orang di Kampung Ambon.

“Dari dua lokasi tersebut berhasil diamankan, sementara dalam penyelidikan, dari Kampung Boncos itu ada delapan orang, kemudian dari Kampung Ambon ada 16 orang,” kata Bismo.

Sisir Kontrakan hingga Lapak

Dalam operasi di Kampung Ambon, petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat, mulai dari rumah kontrakan, kos-kosan, hingga lapak-lapak yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang bukti dan indikasi aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan narkoba, termasuk lapak yang menyediakan alat isap atau bong. Barang-barang tertentu juga ditemukan tersimpan di tempat tinggal maupun di dalam kendaraan bermotor.

Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut oleh petugas untuk mendalami dugaan tindak pidana serta keterlibatan pihak-pihak yang diamankan.

Operasi ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga membutuhkan kerja sama lintas instansi dan partisipasi aktif masyarakat.

Polri bersama instansi terkait terus mendorong upaya pencegahan dan penegakan hukum agar lingkungan masyarakat terbebas dari peredaran narkotika. Dukungan warga dinilai penting untuk menyampaikan informasi, mencegah penyalahgunaan, dan membangun lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi aparat dan masyarakat, mata rantai peredaran narkotika diharapkan dapat diputus demi melindungi keluarga, generasi muda, dan masa depan bangsa.