Coach Agus E.H. Apresiasi Terobosan Kapolda NTT: Smart Parenting Penting untuk Kesehatan Mental Keluarga Anggota Polri

Coach Agus E.H. Apresiasi Terobosan Kapolda NTT: Smart Parenting Penting untuk Kesehatan Mental Keluarga Anggota Polri

KUPANG – Seminar The Art of Smart Parenting yang digelar Polda Nusa Tenggara Timur dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 mendapat apresiasi tinggi dari Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT, Coach Agus E.H.

Menurutnya, kegiatan yang digagas Kapolda NTT ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa karena tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan profesional anggota Polri, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Coach Agus mengaku terkesan dengan langkah yang diambil Polda NTT karena belum banyak institusi, termasuk lembaga besar sekalipun, yang secara resmi menyelenggarakan seminar parenting dan kesehatan mental keluarga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

"Seminar The Art of Smart Parenting ini sangat luar biasa. Jujur saja, saya belum pernah melihat secara resmi sebuah institusi, termasuk Polri, mengadakan seminar seperti ini dalam skala besar. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda NTT," ujar Coach Agus.

Menurutnya, keluarga yang sehat secara emosional memiliki hubungan langsung dengan kualitas pengabdian seseorang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Ia menjelaskan bahwa anggota Polri yang memiliki keluarga harmonis, hubungan yang baik dengan pasangan, serta anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih akan memiliki kondisi psikologis yang lebih stabil saat menjalankan tugas melayani masyarakat.

Sebaliknya, persoalan keluarga yang tidak terselesaikan berpotensi memengaruhi konsentrasi, produktivitas, bahkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Anggota Polri tidak cukup hanya sehat secara fisik dan profesional. Keluarganya juga harus sehat secara mental. Kalau keluarga berantakan, hubungan dengan pasangan tidak baik, anak-anak mengalami masalah, tentu akan berpengaruh terhadap kinerja dan pengabdian kepada negara," jelasnya.

Dalam materinya, Coach Agus menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat dalam keluarga melalui pemahaman tentang growth mindset dan bahasa cinta (love language).

Menurutnya, banyak konflik dalam rumah tangga maupun hubungan antara orang tua dan anak berawal dari "tangki cinta" yang kosong. Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi, berbagai masalah mulai muncul, mulai dari hubungan suami-istri yang renggang hingga perilaku anak yang sulit dikendalikan.

"Psikologi menyimpulkan bahwa kebutuhan untuk mengasihi dan dikasihi adalah kebutuhan emosional primer manusia. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan muncul berbagai persoalan dalam keluarga," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Ada yang merasa dicintai melalui waktu berkualitas, kata-kata penghargaan, sentuhan fisik, tindakan pelayanan, maupun pemberian hadiah.

Karena itu, orang tua maupun pasangan suami istri perlu memahami cara terbaik untuk menunjukkan kasih sayang sesuai kebutuhan orang yang dicintai.

"Sering kali kita merasa sudah menunjukkan kasih sayang, tetapi ternyata pasangan atau anak tidak merasakannya karena bahasa cintanya berbeda. Di situlah pentingnya memahami bahasa cinta dalam keluarga," katanya.

Coach Agus menilai langkah Kapolda NTT menghadirkan seminar parenting bagi anggota Polri dan Bhayangkari merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis dalam membangun organisasi yang sehat dari dalam.

Ia menyebut bahwa keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personelnya di lapangan, tetapi juga oleh ketahanan keluarga yang menjadi fondasi utama kehidupan setiap anggota.

"Ini terobosan yang sangat luar biasa dan perlu terus dilestarikan serta dikembangkan di berbagai tempat lain. Manfaatnya sangat besar karena menyentuh akar kehidupan anggota, yaitu keluarganya," ujarnya.

Lebih lanjut, Coach Agus memberikan apresiasi khusus kepada Kapolda NTT atas kepeduliannya terhadap kesejahteraan psikologis anggota dan keluarga besar Polri.

"Saya melihat ini sebagai bentuk kepemimpinan yang sangat visioner. Kapolda NTT tidak hanya memikirkan kesiapan anggota dari sisi tugas dan pekerjaan, tetapi juga memperhatikan apakah mereka bahagia, sehat secara mental, dan memiliki keluarga yang harmonis. Ini sesuatu yang luar biasa," tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Coach Agus berharap program-program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena diyakini mampu menciptakan anggota Polri yang lebih kuat secara mental, lebih bahagia dalam keluarga, dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Luar biasa untuk Polda NTT. Ketika anggota sehat secara mental dan keluarganya bahagia, maka pengabdian kepada masyarakat juga akan semakin baik. Saya berharap program seperti ini terus dikembangkan karena manfaatnya sangat besar bagi institusi maupun masyarakat," pungkasnya.

#NttPenuhKasih