Ka SPN Polda NTT Dorong Transformasi Pendidikan, 20 Gadik dan Gadikan Ikuti Bimtek Kurikulum OBE
Kupang, 8 Oktober 2026 — Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui penguatan kompetensi dalam menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis OBE dan Learning Management System (LMS) yang diberikan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Nusa Cendana (Undana) kepada Gadik dan Gadikan SPN Polda NTT.
Kegiatan berlangsung di Ruang Pusdaldik SPN Polda NTT, Kamis (8/10/2026), mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WITA, dan diikuti 20 orang Gadik dan Gadikan SPN Polda NTT.
Ka SPN Polda NTT Kombes Pol Albertus Andreana, S.I.K., mengatakan peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi kurikulum dapat diterapkan secara optimal dalam proses pendidikan Polri.
“Bimtek ini menjadi bagian dari upaya SPN Polda NTT untuk meningkatkan kompetensi Gadik dan Gadikan agar mampu menerapkan kurikulum berbasis OBE secara tepat dalam proses pembelajaran,” ujar Kombes Pol Albertus Andreana.
Menurutnya, penerapan kurikulum berbasis OBE menuntut tenaga pendidik tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga mampu merancang proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi peserta didik.
“Yang kita harapkan adalah setiap proses pembelajaran memiliki capaian yang jelas dan dapat diukur. Karena itu, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi menjadi sangat penting,” jelasnya.
Bimtek tersebut menghadirkan dua narasumber dari Undana, yakni Dr. Yetursance Y. Manafe, S.T., M.T., Koordinator Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran LP3M Undana, serta Louis Ferdinand Boesday, S.T., M.T., dosen dan staf pengajar Undana.
Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai penyusunan Rencana Pembelajaran Terpadu (RPT) berbasis OBE. Materi mencakup konsep dasar OBE, perumusan capaian pembelajaran, keselarasan antara capaian pembelajaran dengan metode pembelajaran dan evaluasi, hingga penyusunan RPT.
Tidak hanya menerima materi, para Gadik dan Gadikan juga langsung melakukan praktik penyusunan RPT sesuai mata pelajaran yang mereka ampu dengan pendampingan dari narasumber.
Sementara pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi mengenai penyusunan bank soal pada level kognitif C3 atau menerapkan dan C4 atau menganalisis.
Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan butir soal C3 dan C4 sekaligus mendapatkan umpan balik dari narasumber untuk memastikan soal yang disusun selaras dengan capaian pembelajaran.
Kombes Pol Albertus mengatakan pola pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik tersebut penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan oleh para tenaga pendidik.
“Bimtek ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung menyusun RPT dan butir soal sesuai mata pelajaran yang diampu. Dengan demikian, hasilnya dapat segera disempurnakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi antara SPN Polda NTT dan LP3M Undana pada 29 September 2026 dalam rangka penguatan penerapan kurikulum berbasis OBE.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tampak aktif mengikuti materi, berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengerjakan praktik penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi.
Dari kegiatan tersebut, telah dihasilkan draf RPT dan butir soal C3/C4 sebagai hasil praktik peserta. Selain itu, kegiatan juga memperkuat sinergi antara SPN Polda NTT dan LP3M Undana dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Ke depan, Gadik dan Gadikan akan menyempurnakan RPT serta bank soal yang telah disusun untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. SPN Polda NTT juga akan melakukan evaluasi penerapan perangkat tersebut serta menindaklanjuti rencana pendampingan lanjutan dari LP3M Undana.
“Sinergi dengan perguruan tinggi seperti Undana sangat penting bagi kami. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan, termasuk melalui pendampingan dan kerja sama yang lebih berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SPN Polda NTT,” pungkas Kombes Pol Albertus Andreana.
Kegiatan Bimtek berlangsung aman, tertib dan lancar. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen SPN Polda NTT untuk terus memperkuat kualitas tenaga pendidik dan menghadirkan proses pendidikan Polri yang semakin terarah, terukur, dan berorientasi pada capaian kompetensi.
Humas Polda NTT
