Kapolres TTU Tinjau Pembuatan Gula Lempeng Tradisional di Desa Tuamese, Dorong UMKM dan Pemberdayaan Potensi Lokal

Kapolres TTU Tinjau Pembuatan Gula Lempeng Tradisional di Desa Tuamese, Dorong UMKM dan Pemberdayaan Potensi Lokal

Timor Tengah Utara, NTT – Komitmen Polri dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote, saat meninjau langsung proses pembuatan gula lempeng berbahan dasar air nira pohon lontar (tuak) di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Kapolres TTU di wilayah Kecamatan Biboki Anleu. Di sela-sela kunjungan, AKBP Eliana Papote menyempatkan diri mengunjungi pondok sederhana milik Rin Lau, warga Desa Tuamese yang selama ini menggeluti usaha pembuatan gula lempeng secara tradisional.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Kapolres tidak hanya menyaksikan secara langsung proses pengolahan air nira menjadi gula lempeng, tetapi juga turut mencoba membuat gula lempeng bersama para perajin.

Didampingi pemilik usaha, AKBP Eliana Papote menuangkan adonan gula yang masih panas ke dalam lipatan daun lontar yang telah dibentuk menyerupai cetakan bulat. Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal yang hingga kini tetap dipertahankan masyarakat.

Proses pembuatan gula lempeng diawali dengan penyadapan air nira dari bunga pohon lontar. Air nira yang telah dikumpulkan kemudian dimasak di atas tungku menggunakan kayu bakar selama beberapa jam sambil terus diaduk hingga mengental dan berubah warna menjadi cokelat keemasan. Setelah mencapai tingkat kekentalan yang diinginkan, adonan gula yang masih panas dituangkan ke dalam cetakan dari lipatan daun lontar. Setelah dingin dan mengeras, gula lempeng siap dilepas dari cetakannya untuk kemudian dikemas dan dipasarkan.

AKBP Eliana Papote mengaku kagum terhadap keterampilan masyarakat yang masih mempertahankan teknik tradisional dalam mengolah hasil nira lontar menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, potensi lokal seperti gula lempeng merupakan salah satu kekayaan daerah yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami ingin melihat langsung aktivitas masyarakat sekaligus memberikan semangat kepada para pelaku usaha mikro agar terus mengembangkan usahanya. Produk seperti gula lempeng ini memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dengan baik," ujar AKBP Eliana Papote.

Usai meninjau proses produksi gula lempeng, Kapolres TTU juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras kepada lima warga Desa Tuamese yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres TTU kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kecamatan Biboki Anleu.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolres berharap usaha pengolahan gula lempeng sebagai salah satu produk unggulan daerah dapat terus berkembang, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadi identitas lokal yang semakin dikenal luas.

Sementara itu, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di daerah.

"Kapolda NTT memberikan apresiasi kepada Kapolres TTU yang terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga. Kehadiran Polri di tengah para pelaku UMKM merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal yang menjadi sumber penghidupan masyarakat," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Ia menjelaskan, potensi sumber daya lokal seperti gula lempeng berbahan dasar nira lontar merupakan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi dan budaya sehingga perlu mendapat perhatian bersama agar mampu berkembang menjadi produk yang semakin bernilai.

"Melalui kegiatan seperti ini, Polri ingin memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus berinovasi tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Produk-produk lokal seperti gula lempeng memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan," jelasnya.

Kabid Humas juga menambahkan bahwa kepedulian sosial yang ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kepada warga merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

"Kapolda berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Dengan menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang, UMKM semakin maju, dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur terus meningkat," tutup Kombes Pol. Henry Novika Chandra.