Kepedulian Kapolda NTT Pulihkan Trauma Anak Korban Konflik Sosial di Adonara Timur Lewat Trauma Healing dan Terapi USEFT

Kepedulian Kapolda NTT Pulihkan Trauma Anak Korban Konflik Sosial di Adonara Timur Lewat Trauma Healing dan Terapi USEFT

Flores Timur, NTT – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat pascakonflik sosial yang terjadi di Dusun Belle, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Melalui Polres Flores Timur, jajaran Polwan menggelar kegiatan Trauma Healing dan Terapi Mental USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique) bagi anak-anak sekolah yang terdampak konflik sosial.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) ini diawali pukul 09.00 WITA di SDI Riangrindu, Dusun Belle, dipimpin langsung oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol I Ketut Mastina, S.Sos. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 12.00 WITA di SDK Narasaosina, Desa Narasaosina, dengan melibatkan personel Polwan Polres Flores Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Flores Timur AKP Atam Iksamudin, Kasihumas Polres Flores Timur AKP Eliaser A. Kalelado, S.H., Kasiwas Polres Flores Timur Iptu Alfons Demon Narek, Kapolsek Adonara Timur Ipda Andreas P. Lamury, Kepala SDI Riangrindu Wilhelmus Bahi beserta para guru, Kepala SDK Narasaosina bersama para guru, serta Kepala Desa Narasaosina Yohanes Tolan Igor, S.Fil.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang mengalami dampak trauma akibat konflik antarwarga. Selain memberikan rasa aman, kegiatan ini juga bertujuan menghilangkan rasa takut, kecemasan, dan emosi negatif, sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar serta menanamkan nilai persaudaraan dan perdamaian di antara anak-anak dari kedua desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendekatan melalui permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta berbagai aktivitas interaktif untuk mencairkan suasana. Personel Polwan juga membangun komunikasi yang hangat agar tumbuh rasa percaya dan nyaman di antara anak-anak.

Selanjutnya, tim memberikan motivasi serta edukasi tentang pentingnya hidup damai, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Berbagai kuis berhadiah serta pembagian alat tulis turut dilakukan sebagai media mengalihkan perhatian anak-anak dari pengalaman traumatis yang mereka alami.

Sebagai bagian dari pemulihan psikologis, anak-anak juga mengikuti Terapi Mental USEFT, yaitu metode yang membantu peserta mengenali dan melepaskan emosi negatif seperti rasa takut, marah, sedih, dan trauma melalui teknik penyelarasan diri, ketukan ringan (tapping) pada titik-titik tertentu di tubuh, serta afirmasi positif yang menanamkan nilai kasih sayang, pengampunan, dan kedamaian.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Flores Timur bersama tim juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku, alat tulis, kotak pensil, dan makanan ringan kepada anak-anak SDI Riangrindu. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. terhadap anak-anak yang terdampak konflik sosial, dengan harapan dapat membangkitkan kembali semangat belajar dan menghadirkan senyum serta optimisme mereka.

Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang sangat positif. Anak-anak yang sebelumnya tampak murung, takut, dan cemas mulai kembali tersenyum, tertawa, serta aktif berinteraksi. Melalui terapi USEFT, mereka mampu mengekspresikan dan melepaskan beban emosional yang selama ini terpendam. Suasana kebersamaan juga mulai terbangun kembali antara anak-anak dari Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, sekaligus memperkuat harapan akan terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Selain mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar, kegiatan ini juga diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta mempercepat pemulihan psikologis anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kehadiran Polwan di tengah masyarakat semakin mempertegas peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pemulihan pascakonflik tidak hanya dilakukan melalui upaya menjaga keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

"Bapak Kapolda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga memastikan proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat berjalan dengan baik. Anak-anak adalah masa depan daerah ini, sehingga mereka harus segera dipulihkan dari trauma agar dapat kembali belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang damai," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Lebih lanjut, Kabidhumas mengatakan bahwa bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Kapolda NTT kepada anak-anak terdampak konflik.

"Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali bersekolah dengan penuh semangat, sekaligus menjadi simbol bahwa negara hadir bersama mereka. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan musyawarah, menjaga persaudaraan, dan tidak lagi membuka ruang bagi konflik yang dapat merugikan masa depan generasi muda," tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis di wilayah Kabupaten Flores Timur.