Trauma Healing Satlantas Polres Ngada, Hadirkan Senyum dan Keceriaan Anak-Anak Korban Bencana

Trauma Healing Satlantas Polres Ngada, Hadirkan Senyum dan Keceriaan Anak-Anak Korban Bencana

Bajawa, NTT — Di tengah suasana duka dan ketidakpastian pascabencana, jajaran Kepolisian Resor Ngada melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menghadirkan secercah kebahagiaan bagi anak-anak yang berada di posko pengungsian. Upaya pemulihan psikologis dilakukan melalui kegiatan trauma healing yang dikemas secara humanis, penuh keakraban, dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 14.50 WITA, bertempat di Posko Pengungsian Polres Ngada dan sejumlah rute di wilayah Kota Bajawa.

Kegiatan trauma healing dilaksanakan oleh personel Satlantas Polres Ngada di bawah arahan Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom. Langkah ini menjadi bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak yang rentan mengalami ketakutan dan tekanan psikologis setelah menghadapi situasi bencana.

Sesampainya di posko pengungsian, personel Satlantas terlebih dahulu membagikan makanan ringan kepada anak-anak. Bukan sekadar memberikan snack, kehadiran anggota polisi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dan rasa aman bagi anak-anak.

Dengan pendekatan yang santai dan bersahabat, personel mengajak anak-anak berbincang, bernyanyi bersama, bermain, serta memberikan motivasi. Suasana yang awalnya dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat ketika anak-anak mulai tertawa dan berinteraksi dengan para anggota polisi.

Tidak berhenti di posko, anak-anak kemudian diajak menikmati suasana berbeda dengan berkeliling Kota Bajawa menggunakan kendaraan dinas lalu lintas, baik mobil maupun sepeda motor dinas. Kegiatan sederhana tersebut menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus upaya membantu anak-anak mengembalikan rasa aman dan kepercayaan diri mereka.

Senyum mulai terlihat di wajah anak-anak. Mereka tampak lebih berani berinteraksi, bermain, dan menikmati kebersamaan bersama personel kepolisian. Momen tersebut sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk sejenak melupakan rasa takut dan tekanan yang mereka alami akibat bencana.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan maupun bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak.

“Polri hadir tidak hanya untuk memberikan rasa aman secara fisik, tetapi juga untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, bangkit dari rasa takut dan trauma akibat bencana. Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri secara langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi pascabencana. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan dunia anak, yakni melalui permainan, bernyanyi, interaksi yang hangat, serta kegiatan yang mampu menghadirkan kembali rasa nyaman dan kegembiraan.

“Kami ingin anak-anak kembali tersenyum, berani berinteraksi dan merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Dukungan moril seperti ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan kembali rasa aman, keberanian dan kepercayaan diri mereka,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat Polri Presisi tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui pelayanan kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bagi anak-anak korban bencana, mungkin kegiatan berkeliling kota menggunakan kendaraan dinas polisi terlihat sederhana. Namun, di tengah pengalaman traumatis yang mereka alami, momen tersebut menjadi ruang untuk kembali bermain, tertawa, dan merasakan kegembiraan.

Kehadiran personel Satlantas Polres Ngada di posko pengungsian pun memberikan pesan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak berjalan sendiri. Polri bersama seluruh elemen masyarakat akan terus hadir mendampingi proses pemulihan, baik dalam aspek keamanan, kebutuhan dasar maupun pemulihan psikologis.

Melalui kegiatan trauma healing ini, Polres Ngada berharap semangat anak-anak dapat kembali tumbuh dan mereka mampu menghadapi masa pemulihan dengan lebih kuat.

Satu senyum yang kembali hadir di wajah seorang anak menjadi tanda kecil bahwa proses pemulihan telah dimulai. Dari tawa dan keceriaan mereka hari ini, tumbuh harapan agar anak-anak korban bencana dapat kembali melangkah dengan keberanian, rasa aman, dan masa depan yang lebih cerah.