Pascagempa Manggarai, Polri Turun Tangan Siapkan Ruang Belajar Darurat bagi Siswa
RUTENG, NTT – Kepolisian Resor Manggarai terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai pada 15 Agustus 2026 lalu. Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan penanganan kebencanaan, Polri juga turut memastikan aktivitas pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Manggarai dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan keterlibatan langsung personel Polres Manggarai bersama personel BKO Dit Propam Polda NTT dalam mempersiapkan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar pascagempa, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.20 WITA tersebut dipimpin langsung Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., bersama Kabid Propam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla, selaku Pamatwil Operasi Aman Nusa Dua di wilayah Manggarai.
Kehadiran personel kepolisian menyasar sejumlah sekolah yang terdampak gempa, di antaranya SMPK Immaculata Ruteng dan SDI Tenda Ruteng.
Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai. Berdasarkan Surat Edaran Dinas PPO Kabupaten Manggarai, kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya diliburkan akibat gempa dijadwalkan kembali dimulai pada 2 September 2026.
Namun, kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa membuat proses pembelajaran harus dilakukan dengan langkah antisipatif. Untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, pihak sekolah menyiapkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara.
Di SMPK Immaculata Ruteng, Kapolres Manggarai bersama Kabid Propam Polda NTT dan personel kepolisian terlihat bahu membahu membantu pihak sekolah mengeluarkan berbagai perlengkapan dari ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Meja, kursi, papan tulis hingga berbagai perlengkapan belajar lainnya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Peralatan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di ruang kelas sementara yang menggunakan tenda darurat.
Sementara di SDI Tenda Ruteng, personel Polres Manggarai yang dipimpin Wakapolres Manggarai KOMPOL Mei Charles Sitepu, S.H., bersama para guru bergotong royong mendirikan dan mempersiapkan tenda darurat.
Tenda tersebut nantinya menjadi ruang belajar sementara bagi para siswa selama kondisi bangunan sekolah belum sepenuhnya memungkinkan untuk digunakan kembali.
Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah bukan sekadar membantu pekerjaan fisik. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan moral kepada para guru, siswa dan masyarakat agar tetap memiliki semangat untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan di tengah situasi pascabencana.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam membantu menyiapkan sarana pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Menurut Kapolda, penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sosial, termasuk pendidikan.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk membantu masyarakat melewati situasi sulit pascabencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman. Karena itu, jajaran kami bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memberikan dukungan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pihak sekolah, tenaga pendidik dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat membantu masyarakat bangkit dan memastikan anak-anak tetap memiliki ruang yang aman untuk belajar serta menatap masa depan,” lanjutnya.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa Polri akan terus hadir dan mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit. Pendidikan anak-anak harus tetap menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami berupaya membantu mempersiapkan fasilitas sementara agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar AKBP Levi.
Menurutnya, proses pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga pihak sekolah, guru, orang tua dan masyarakat.
“Sinergi dan gotong royong sangat diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Yang terpenting, kita memastikan masyarakat merasa aman dan anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMPK Immaculata Ruteng, Suster Veronika Meo, S.Pd., M.Pd., serta Kepala SDI Tenda Ruteng, Anita Maria Dahur, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian serta dukungan yang diberikan personel Polres Manggarai bersama BKO Dit Propam Polda NTT.
Dukungan tersebut dinilai sangat berarti bagi pihak sekolah yang tengah mempersiapkan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar setelah diliburkan akibat gempa.
Keduanya berharap kehadiran dan bantuan personel kepolisian dapat semakin membangkitkan semangat para guru maupun siswa untuk kembali menjalankan kegiatan pendidikan meskipun untuk sementara masih menggunakan fasilitas darurat.
Kegiatan personel Polres Manggarai bersama BKO Dit Propam Polda NTT di kedua lembaga pendidikan tersebut berlangsung dalam suasana aman, tertib dan lancar hingga sekitar pukul 11.35 WITA.
Langkah tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata semangat “Polri Untuk Masyarakat”, bahwa kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus hadir, membantu masyarakat bangkit, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan anak-anak di Kabupaten Manggarai dapat kembali belajar, kembali tersenyum, dan menatap masa depan dengan penuh harapan meskipun masih berada dalam suasana pemulihan pascabencana.
Humas Polda NTT
