Percepatan Vaksinasi Covid-19 di NTT Telah Mencapai 74,92 Persen Dosis Pertama

Percepatan Vaksinasi Covid-19 di NTT Telah Mencapai 74,92 Persen Dosis Pertama

Tribratanewsntt.com - Hal tersebut diungkap Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M. H, saat mengikuti vicon yang dipimpin Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono dari Mabes Polri, Jakata, Jum’at (21/1/22) lalu, dengan didampingi sejumlah pejabat Utama Polda NTT diantaranya, Dirbinmas Polda NTT, Karoops Polda NTT, Kabiddokkes Polda NTT dan Kabidhumas Polda NTT.

Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto, S.H., M.H., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H menyatakan terkait vaksinasi di Nusa Tenggara Timur, bahwa capaian dosis 1 pada tanggal 20 Januari 2022 adalah sebanyak 74,92 persen.

Dikatakannya, sebanyak 17 Kabupaten/Kota di wilayah Nusa Tenggara Timur telah mencapai 70 persen capaian vaksin dosis 1. Sementara Lima kabupaten lainnya belum mencapai 70 persen yakni capaiannya baru di atas 65 persen.

"17 Kabupaten/Kota yang telah mencapai 70 persen dosis pertama diantaranya, Kota Kupang 93,50 persen, Manggarai Barat 88,86 persen, Sikka 82, 62 persen, SBD 75,96 persen, Lembata 75,73, Manggarai Timur 74,37 persen, Ngada 74,07 persen, Sumba Timur 73,94 persen, TTU 73,50 persen, Belu 72, 49 persen, Ende 72,38 persen, TTS 71,89 persen, Nagekeo 71,63 persen, Rote Ndao 71,18 persen, Sumba Barat 70,46 persen, Sabu Raijua 70,35 persen, Manggarai 70,32 persen", terang Kabidhumas Polda NTT.

"Kemudian lima wilayah yang capaiannya belum di atas 70 persen yakni, Malaka 68,93 persen, Flotim 68,38 persen, Alor 68,11, Kupang 67,92 persen dan Sumba Tengah 66,90 persen", lanjutnya.

Disebutnya, kendala atau hambatan yang dialami Polres-polres yang wilayahnya belum mecapai 70 persen dosis pertama dalam pelasakaan percepatan Vaksinasi terdapat banyak faktor dianataranya, pada pelaksanaan vaksinisasi masih terdapat banyak yang tidak lolos scraining karena keluhan sakit dan penyakit penyerta atau kormobid.

Lanjutnya, masih ditemukan peserta vaksin yang mengalami efek samping seperti kesemutan, Demam ringan, mengantuk dan berita hoaks tentang efek buruk vaksin Covid 19 sehingga banyak masyarakat menjadi enggan untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Dan belum pahamnya masyarakat tentang manfaat vaksin covid 19 bagi kesehatan sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang manfaat vaksin yang halal dan aman untuk digunakan.

"Terungkap juga bahwa kendala yang dihadapi oleh petugas di lapangan di daerah adalah faktor alam dan kondisi geografis. Serta tingkat keinginan masyarakat untuk divaksin, ini juga menjadi salah satu kendala dalam pencapaian", jelas Kabidhumas Polda NTT.

Kapolda NTT mendorong daerah-daerah yang belum mencapai 70 persen dosis pertama untuk segera masuk di 70 persen dengan memaksimalkan akselerasi vaksinasi dengan terus saling berkomunikasi dan bekerjasama antar stakeholder terkait untuk meningkatkan capain yang telah ditentukan.

Dalam rangka membangun herd immunity dan mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, Kapolda NTT juga mengimbau dan mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama bekerja, bangun komunikasi dan koordinasi lintas sektoral serta tetap semangat untuk terus melakukan vaksinasi, memberikan edukasi dan menyadari pentingnya vaksinasi.

"Serta tidak mudah mempercayai informasi hoax yang beredar di masyarakat. Silahkan untuk memperoleh informasi yang lebih tepat dan akurat terkait vaksin dapat dikomunikasikan dengan instansi yang berkompeten", pungkasnya.