Perkuat Toleransi dan Jaga Kerukunan Umat Beragama, Kapolda NTT Terima Silaturahmi FKUB Provinsi NTT, Polda NTT Siap Dukung Pengamanan KONAS/Rakornas FKUB
Kupang, NTT – Dalam upaya mempererat tali persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah keberagaman, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Ketua beserta jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTT.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (5/11/2026), pukul 10.00 WITA, bertempat di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Mapolda NTT). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan, membangun komunikasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan sinergitas antara Polri dan para tokoh agama dalam memelihara kerukunan serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Bumi Flobamora.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda NTT didampingi Karo Ops Polda NTT Kombes Pol. Komaruz Zaman, S.I.K., M.H., Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol. Danang Kuswoyo, S.I.K., serta Kapolresta Kupang Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas, S.I.K., M.H.
Sementara itu, rombongan FKUB dan instansi terkait dipimpin Ketua FKUB Provinsi NTT Prof. Dr. Yuliana Salosso, S.Pi., M.P., didampingi Wakil Ketua II FKUB Drs. H. Yahidin Umar, Sekretaris FKUB Rm. Fransiskus Kopong Mamu, S.Fil., serta sejumlah pengurus dan perwakilan agama Katolik, Islam, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.

Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT Noldi Hosea Felokila, S.Sos., M.M., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Karianto, S.Ag., M.Si.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh pihak dapat berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua FKUB beserta seluruh jajaran pengurus, perwakilan Kementerian Agama, dan Kesbangpol Provinsi NTT atas kunjungan serta komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Kapolda NTT menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih bagi Provinsi NTT yang dikenal memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
“Kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan yang harus kita rawat bersama sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia,” tegas Kapolda NTT.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi keagamaan.
Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Polda NTT dengan FKUB serta instansi terkait harus terus diperkuat agar setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial dapat diantisipasi dan diselesaikan secara cepat, tepat, serta mengedepankan dialog dan musyawarah.
“Kami berharap FKUB terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Apabila terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama, mari kita bangun komunikasi dan koordinasi sedini mungkin. Dengan kebersamaan, dialog, dan semangat persaudaraan, setiap permasalahan dapat kita cari solusinya secara bijaksana,” ujar Irjen Pol. Reza Arief Dewanto.
Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Provinsi NTT Prof. Dr. Yuliana Salosso, S.Pi., M.P., menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta membangun persatuan dan kesatuan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Selain membahas penguatan kerukunan umat beragama, Ketua FKUB juga menyampaikan rencana pelaksanaan Konferensi Nasional (KONAS)/Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 November 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan berskala nasional tersebut direncanakan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia dan menghadirkan enam orang narasumber, salah satunya Kapolri. Peserta kegiatan diperkirakan mencapai kurang lebih 600 orang yang merupakan perwakilan FKUB dari seluruh Indonesia, dengan total keseluruhan peserta dan pihak yang terlibat diproyeksikan mencapai sekitar 1.000 orang.
Sehubungan dengan agenda nasional tersebut, Ketua FKUB Provinsi NTT menyampaikan harapan dan permohonan dukungan kepada Kapolda NTT beserta jajaran, khususnya dalam aspek pengamanan, koordinasi lintas instansi, serta dukungan terhadap kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda NTT menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan KONAS/Rakornas FKUB di Provinsi NTT. Kapolda menegaskan bahwa Polda NTT siap membackup dan memberikan dukungan maksimal, terutama dalam aspek pengamanan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan sukses.
“Polda NTT siap mendukung penuh pelaksanaan KONAS/Rakornas FKUB yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur. Kami akan mempersiapkan langkah-langkah pengamanan secara maksimal melalui koordinasi dan sinergitas dengan seluruh instansi serta unsur terkait. Mengingat kegiatan ini merupakan agenda nasional yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Kapolri, dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tentu diperlukan kesiapan bersama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ungkap Kapolda.
Kapolda juga menegaskan bahwa dukungan Polda NTT tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan selama kegiatan berlangsung, tetapi mencakup kesiapan sebelum, selama, hingga setelah seluruh rangkaian agenda nasional tersebut dilaksanakan.
Menurut Kapolda, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan nasional di NTT merupakan tanggung jawab bersama sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, persatuan, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen penting, di antaranya semakin eratnya hubungan silaturahmi antara Polda NTT dengan FKUB, Kanwil Kementerian Agama, dan Kesbangpol Provinsi NTT; penguatan sinergitas dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama; serta kesepahaman mengenai dukungan pengamanan pelaksanaan KONAS/Rakornas FKUB pada 16–18 November 2026.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Polda NTT kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, serta kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.
Sinergi antara Polri, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat diharapkan semakin kokoh dalam mencegah potensi konflik sosial, menjaga persatuan, serta menciptakan lingkungan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis.
Dengan semangat persaudaraan dalam keberagaman, Polda NTT bersama FKUB dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga Nusa Tenggara Timur tetap aman, damai, dan harmonis. Sebab, kerukunan bukan hanya tanggung jawab satu golongan, melainkan komitmen bersama untuk merawat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Humas Polda NTT
