Polda NTT cek puluhan outlet LPG, imbau harga tidak melebihi Rp300 ribu
Kupang – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga gas LPG di Kota Kupang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke puluhan outlet penjualan LPG guna memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menjelaskan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polresta Kupang Kota bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT saat ini melakukan pengecekan terhadap sekitar 60 outlet LPG yang tersebar di Kota Kupang.
“Petugas melakukan pengecekan langsung ke outlet-outlet untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau harga penjualan kepada masyarakat. Selain itu, kami juga memberikan imbauan kepada para penjual agar tidak menaikkan harga secara berlebihan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Ia mengatakan kegiatan pengecekan sempat terkendala akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kupang pada pagi hari, namun proses monitoring tetap dilanjutkan dan hasil temuan di lapangan akan dilaporkan lebih lanjut.
Dalam proses koordinasi dengan pihak distributor, diketahui bahwa PT Pelita Timor Gas juga telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh outlet agar menjaga stabilitas harga LPG di tingkat penjualan.
Dalam surat tertanggal 9 Maret 2026 tersebut, distributor meminta seluruh outlet menjual LPG kepada masyarakat dengan harga wajar. Untuk LPG 12 kilogram diimbau dijual di bawah Rp300.000 per tabung, sedangkan LPG 5,5 kilogram di bawah Rp200.000 per tabung dan harga tersebut sudah termasuk margin bagi outlet.
“Kami juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak distributor terkait dasar penetapan harga tersebut agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, Polda NTT masih melakukan komunikasi dengan pihak Sales Area Manager (SAM) Pertamina guna memperoleh informasi lebih lengkap mengenai distribusi dan pasokan LPG di wilayah Kupang.
Kabar baiknya, berdasarkan informasi dari pihak Pelindo, sebanyak 11 kontainer berisi LPG dijadwalkan tiba di Pelabuhan Kupang dan akan mulai melakukan proses bongkar muat sekitar pukul 18.00 Wita.
“Kedatangan kontainer tersebut diharapkan dapat menambah pasokan LPG sehingga kebutuhan masyarakat di Kota Kupang dapat segera terpenuhi,” kata Kabidhumas.
Tidak hanya itu, aparat kepolisian juga berencana melakukan pendalaman terkait penggunaan LPG pada sejumlah SPPG di Kota Kupang guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan distribusi yang dapat mempengaruhi ketersediaan gas bagi masyarakat.
Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa Polda NTT akan terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas distribusi LPG.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan agar distribusi LPG berjalan lancar dan harga tetap terkendali,” tegasnya.
Humas Polda NTT
