Polda NTT Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Bahu Jalan Trans Utara Ende Terkikis Air

Polda NTT Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Bahu Jalan Trans Utara Ende Terkikis Air

Ende, Senin (12/1/2026)Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, menyusul terkikisnya bahu Jalan Lintas Trans Utara Welamosa–Maukaro akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Ende.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Maumeri, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/1/2026). Hasil monitoring menunjukkan bahu jalan sepanjang kurang lebih 100 meter mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air dari sungai di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa lokasi jalan yang berdekatan dengan aliran kali menjadikan ruas tersebut sangat rentan mengalami kerusakan saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Cuaca masih tidak menentu dan berpotensi hujan lebat. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk selalu waspada terhadap kemungkinan longsor dan banjir susulan,” ujar Kombes Pol. Henry.

Akses Jalan Masih Dibuka dengan Pengawasan

Meski mengalami kerusakan, ruas jalan tersebut masih dapat dilalui sementara oleh kendaraan roda dua, roda empat, roda enam, maupun pejalan kaki dengan memanfaatkan bahu jalan yang tersisa. Namun, kondisi jalan yang sempit dan licin mengharuskan pengendara untuk melintas dengan kecepatan rendah dan penuh kehati-hatian.

Personel Polsek Wewaria telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengamanan dan pencegahan kecelakaan. Polisi juga memasang garis polisi (police line) sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.

Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Kabidhumas Polda NTT juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, antara lain:

  • Menghindari melintas di ruas jalan rawan longsor saat hujan lebat.

  • Tidak berhenti atau beraktivitas terlalu lama di sekitar bantaran sungai.

  • Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk selalu siap melakukan evakuasi mandiri.

  • Tidak melakukan pungutan liar atau memanfaatkan situasi darurat di lokasi terdampak.

  • Selalu memantau informasi cuaca dari instansi resmi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami meminta seluruh pihak untuk saling bekerja sama, mematuhi imbauan petugas, dan segera melaporkan apabila terjadi perkembangan situasi yang membahayakan,” tegas Kombes Pol. Henry.

Polda NTT akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende serta instansi terkait untuk memantau kondisi jalan dan melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan demi menjaga kelancaran arus transportasi dan keselamatan masyarakat.