Polda NTT Tanamkan Disiplin dan Literasi Digital Lewat Polisi Jadi Inspektur Upacara di Sekolah-sekolah Kupang
Kupang – Suasana berbeda tampak di sejumlah sekolah di Kota Kupang, Senin (27/4/2026). Para anggota kepolisian dari berbagai satuan di Polda NTT turun langsung menjadi inspektur upacara, menyapa para pelajar sekaligus menanamkan nilai disiplin, etika, serta kesadaran hukum sejak usia dini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan Polda NTT untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berintegritas di tengah tantangan zaman digital.
Menanamkan Karakter dan Disiplin Sejak Dini
Di SMP Kasih Yobel Kupang, Ps. Paur Sibinturmas Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda NTT, Ipda Komang Tangkas, S.H., bertindak sebagai inspektur upacara di hadapan sekitar 300 siswa.

Dalam amanatnya, ia mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja seperti bullying, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
“Disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak sekarang agar kalian menjadi generasi yang membanggakan,” pesannya.
Sebagai bentuk kepedulian, Subdit Bintibsos juga menyerahkan sarana kontak berupa bola kaki, bola voli, dan net voli untuk mendukung aktivitas positif siswa.
Cerdas Bermedia Sosial, Saring Sebelum Sharing
Pesan serupa juga digaungkan di SD Bertingkat Kelapa Lima 1. Di sana, Ipda Leonard Ndoen, S.H. dari Ditreskrimum Polda NTT mengingatkan pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media sosial.

Ia menekankan agar siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya serta selalu menjaga etika dalam berinteraksi di dunia maya.
“Jadilah pelajar yang kritis. Saring sebelum sharing, dan hindari konten negatif yang bisa merusak masa depan,” tegasnya.
Literasi Digital dan Perlindungan Diri
Sementara itu, di SD Lentera Harapan Kupang, Panit V Subdit V Ditintelkam Polda NTT, Ipda Fajar Rostyoadi, S.H., menyampaikan pentingnya menjaga privasi dan keamanan diri di dunia digital.

Ia mengingatkan siswa untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi serta mampu mengelola waktu dengan baik agar tidak terjebak dalam penggunaan gawai berlebihan.
“Kalian harus bijak, bukan hanya dalam memilih konten, tapi juga dalam menjaga diri di dunia digital,” ujarnya.
Bangun Etika dan Kedekatan dengan Polisi
Di SD Kristen Hosana Kupang, Ipda Ekadia Akal, S.H. turut memperkenalkan fungsi-fungsi kepolisian kepada siswa sebagai upaya mendekatkan Polri dengan anak-anak.

Selain edukasi tentang bahaya penyalahgunaan media sosial dan perlindungan data pribadi, ia juga mengajak siswa untuk lebih santun dalam berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya disiplin, tetapi juga memahami bahwa polisi adalah sahabat yang siap melindungi dan mengayomi,” ungkapnya.
Edukasi Hukum dan Program Sosial di SMA Negeri 7 Kupang
Sementara itu, di SMA Negeri 7 Kota Kupang, IPTU Maria Lusia Lero, S.H., Panit 1 Subdit PPA dan PPO Polda NTT, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, ia menyoroti pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial di era modern yang memiliki dampak positif dan negatif.
Ia juga menyampaikan sejumlah program unggulan dari Kapolda NTT, di antaranya:
- Program Rumah Bahagia sebagai layanan konseling bagi masyarakat,
- Program sumur bor gratis untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang telah terealisasi di puluhan titik,
- Dukungan terhadap program penurunan stunting melalui MBG (Makan Bergizi Gratis),
- Program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi),
- Serta kolaborasi membangun kampung BEKAPAN bersama para pemangku kepentingan.
Selain itu, para guru juga diajak berperan aktif memberikan pendampingan dan konseling kepada siswa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dirbinmas: Wujud Arahan Kapolda NTT, Polda NTT Penuh Kasih
Dirbinmas Polda NTT, Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kapolda NTT dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pendekatan humanis.
“Ini adalah bagian dari komitmen Kapolda NTT dalam mewujudkan Polda NTT Penuh Kasih, di mana kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pendidik bagi anak-anak,” jelasnya.
Kegiatan upacara di berbagai sekolah tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Interaksi langsung antara polisi dan pelajar menjadi momen berharga dalam membangun kepercayaan serta menanamkan nilai-nilai positif bagi generasi penerus bangsa.
Dengan pendekatan edukatif dan humanis, Polda NTT terus berkomitmen menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan beretika di era modern.
#PoldaNttPenuhKasih
Humas Polda NTT
