Polda NTT Tanamkan Pesan Positif di Sekolah, Pelajar Diajak Jaga Diri dan Masa Depan
KUPANG – Senin pagi menjadi ruang pembelajaran yang berbeda bagi para pelajar di sejumlah sekolah di Kota Kupang. Bukan hanya guru, kali ini para polisi dari Polda NTT hadir langsung di tengah siswa melalui kegiatan sebagai Inspektur Upacara (Irup), Senin (14/9/2026).

Pesan yang dibawa sederhana, namun penting bagi masa depan generasi muda: disiplin, saling menghargai, berani menolak bullying, bijak bermedia sosial, menjauhi narkoba dan berani memilih pergaulan yang sehat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 7 Kota Kupang, SD Inpres Oesapa Kecil 1, UPTD SD Inpres Mapoli, UPTD SDN Oesapa Kecil 2 serta SMA Negeri 13 Kupang.

Di SMPN 7 Kota Kupang, IPDA Jaenn Elisabeth Reke, S.H. bertindak sebagai Irup dan didampingi personel Ditres PPA dan PPO Polda NTT. Kepada para siswa, ia mengingatkan pentingnya menjauhi kenakalan remaja, menghentikan bullying, menolak kekerasan, mengendalikan emosi serta membangun pergaulan yang sehat dan positif.

Sementara di SD Inpres Oesapa Kecil 1, Iptu Deflorentus Wee, S.H. membacakan amanat Kapolda NTT. Para siswa diajak membangun disiplin sejak dini, tidak melakukan perundungan, berani melaporkan bullying, bersikap jujur dan bertanggung jawab, rajin belajar serta menghormati guru dan orang tua.
Pesan serupa juga disampaikan Ipda Aris Rudolof Riwu, S.H. saat menjadi Irup di UPTD SD Inpres Mapoli. Selain kedisiplinan dan pencegahan bullying, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya bijak menggunakan media sosial.
Para pelajar diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, tidak mengunggah atau menyebarkan foto maupun video yang dapat mempermalukan orang lain serta menjaga keamanan diri di ruang siber dengan tidak memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
Di UPTD SDN Oesapa Kecil 2, pesan tentang disiplin, anti-perundungan, etika bermedia sosial, kejujuran serta penghormatan kepada guru dan orang tua juga menjadi bagian dari amanat yang disampaikan Aipda Nurul Hijrah selaku Irup.
Sementara itu, nuansa berbeda terasa di SMA Negeri 13 Kupang. AKP Ermelinda Lusia Bhiju, Ps. Panit 1 Bagwasidik Ditresnarkoba Polda NTT, mengajak para pelajar melihat masa muda sebagai kesempatan untuk membangun masa depan.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, tanggung jawab dan keberanian untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Pesan tegas diberikan terkait bahaya narkoba. Para siswa diingatkan bahwa narkoba tidak membawa manfaat, melainkan dapat merusak kesehatan, masa depan dan kehidupan keluarga.
“Jangan mudah terpengaruh lingkungan. Kalian harus berani berkata tidak,” pesan yang disampaikan kepada para pelajar.
Para siswa juga diajak mengisi masa muda dengan pendidikan, prestasi, olahraga dan berbagai kegiatan positif. Polisi juga mengingatkan agar siswa tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba kepada guru maupun pihak berwajib.
Usai upacara di SMA Negeri 13 Kupang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif. Empat pertanyaan diberikan kepada para siswa, dan mereka yang mampu menjawab mendapatkan hadiah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian E-Survei.
Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran personel Polda NTT di sekolah merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter. Karena itu, kami ingin hadir bersama para pelajar untuk menanamkan disiplin, mencegah bullying, mengajarkan bijak bermedia sosial dan mengajak mereka menjauhi narkoba,” ujar Kombes Pol. Sajimin.
Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan NTT. Karena itu, lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, sehat dan positif bagi tumbuh kembang para pelajar.
“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap hal-hal negatif dan berani memilih lingkungan pergaulan yang membawa mereka kepada prestasi. Jika sejak dini mereka memiliki karakter yang kuat, disiplin dan bertanggung jawab, maka mereka akan lebih siap menjadi generasi penerus yang membanggakan,” tambahnya.
Kegiatan menjadi Irup di sejumlah sekolah tersebut berjalan aman, tertib dan lancar. Dari lapangan upacara, Polda NTT kembali menegaskan bahwa menjaga masa depan anak-anak bukan hanya tugas sekolah dan keluarga, tetapi menjadi kepedulian bersama.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
