Polres Sikka Kawal Pembersihan Material Longsor Pascagempa, Buka Akses Distribusi Bantuan ke Desa Nitunglea Pulau Palue

Polres Sikka Kawal Pembersihan Material Longsor Pascagempa, Buka Akses Distribusi Bantuan ke Desa Nitunglea Pulau Palue

Sikka — Upaya membuka kembali akses transportasi yang tertutup material longsor pascagempa bumi tektonik terus dilakukan jajaran Polres Sikka. Personel kepolisian mengawal dan mengamankan pengoperasian satu unit excavator untuk membersihkan material tanah, batu dan pepohonan yang menutupi badan jalan penghubung Desa Rokirole menuju Desa Nitunglea, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WITA tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Rokirole, Dusun Awamale dan Dusun Nitung, Desa Nitunglea.

Pembersihan akses jalan menjadi langkah penting karena jalur tersebut dibutuhkan untuk memperlancar distribusi makanan sekaligus mendukung proses evakuasi masyarakat terdampak gempa, khususnya warga Desa Nitunglea di Kepulauan Palue.

Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., yang berada langsung di lokasi mengatakan, satu unit excavator telah tiba untuk membantu membersihkan jalan yang tertutup longsoran.

“Tujuannya untuk pembersihan adalah untuk penyaluran distribusi makanan maupun evakuasi korban yang berada di Desa Nitung. Desa Nitung adalah desa yang paling terdampak atau paling parah akibat gempa,” ujar Kompol Marselus Yugo.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Kepulauan Palue yang berada paling dekat dengan titik pusat gempa sehingga membutuhkan penanganan segera, terutama untuk membuka akses yang terputus.

“Kami mohon doanya agar pelaksanaan pembersihan segera dilaksanakan dan proses evakuasi serta pendistribusian bantuan segera terlaksana,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasikum Polres Sikka AKP I Wayan Artawan, S.H., Kapolsek Nelle Iptu I Nyoman Sang Pawarta, KBO Samapta Ipda Paulus Wayan Keso, personel Polres Sikka yang tersprin dalam tanggap darurat bencana gempa bumi, serta masyarakat Desa Nitunglea.

Sementara pengoperasian excavator dilakukan oleh operator Kalistro Riberu.

Untuk memastikan proses pembersihan berjalan aman dan lancar, pengawalan dilakukan oleh Ka Subsektor Palue Aipda Yohanis F. Massar, Bintara Pol Subsektor Palue Bripka Yohanes Paulus Benu, serta Bhabinkamtibmas Desa Rokirole Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H.

Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan langkah yang dilakukan Polres Sikka merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Pembukaan akses jalan menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas bantuan dan evakuasi warga. Polri akan terus mengawal proses penanganan di lapangan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujar Kombes Pol. Sajimin.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, masyarakat dan unsur terkait sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Setiap akses yang berhasil dibuka merupakan jalan bagi bantuan dan pelayanan kemanusiaan untuk sampai kepada masyarakat. Karena itu, seluruh upaya di lapangan terus dioptimalkan dengan mengutamakan keselamatan dan kepentingan warga,” katanya.

Pembersihan material longsor yang menutup jalan menuju Desa Nitunglea akan dilanjutkan pada Kamis (20/8/2026). Material yang dibersihkan berupa tanah, batu dan pepohonan yang terbawa longsor akibat guncangan gempa.

Kegiatan pembersihan dan pengamanan pada Rabu (19/8/2026) berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Langkah tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terdampak, termasuk kawasan kepulauan yang memiliki akses terbatas, tetap mendapatkan bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan.

#NttPenuhKasih
#PrayForFloresNTT