Pulihkan Keceriaan Anak Pascagempa, Polres Ngada Gelar Trauma Healing di Sekolah
NGADA – Senyum dan keceriaan anak-anak kembali menghiasi suasana TKK dan SD Koloko’a, Desa Tiwuriwu II, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Jumat (4/9/2026).

Di tengah suasana pascabencana gempa bumi yang masih dirasakan masyarakat, Sat Binmas Polres Ngada hadir memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa melalui kegiatan trauma healing.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WITA tersebut menyasar siswa-siswi TKK dan SD Koloko’a. Pendampingan dilakukan dengan cara sederhana namun penuh makna, yakni mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., mengatakan trauma healing bagi anak-anak merupakan bagian penting dalam membantu mereka melewati situasi pascabencana.
“Anak-anak membutuhkan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan setelah mengalami peristiwa bencana. Melalui kegiatan bermain bersama, kami ingin membantu mereka mengurangi rasa takut dan mengembalikan keceriaan mereka,” ujar AKBP Gede Harimbawa.
Menurutnya, gempa bumi tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik dan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.
Pengalaman merasakan guncangan gempa dapat menimbulkan rasa takut, cemas dan kekhawatiran. Karena itu, pendampingan secara humanis diperlukan agar anak-anak dapat kembali merasa aman dan menjalani aktivitas mereka secara normal.
“Trauma healing bukan sekadar bermain. Di balik permainan itu ada upaya untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri dan keseimbangan emosional anak-anak setelah menghadapi bencana,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas mengajak para siswa mengikuti berbagai permainan bersama. Suasana pun berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias berinteraksi dengan personel kepolisian dan mengikuti setiap kegiatan yang diberikan.
Pendekatan melalui permainan dipilih agar proses pemulihan psikologis dapat diterima anak-anak secara alami tanpa memberikan tekanan kepada mereka.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan kemanusiaan masyarakat terdampak bencana.
AKBP Gede Harimbawa menegaskan bahwa Polres Ngada akan terus hadir memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki semangat, tetap ceria dan tidak larut dalam rasa takut akibat bencana. Kehadiran kami adalah untuk menemani dan memberikan penguatan kepada mereka,” katanya.
Ia berharap kegiatan trauma healing dapat membantu para siswa secara bertahap kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih tenang dan percaya diri.
“Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak dapat kembali tersenyum, bermain dan belajar tanpa rasa takut. Polri akan terus hadir bersama masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.
Kegiatan trauma healing di TKK dan SD Koloko’a berakhir dalam suasana aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel Sat Binmas Polres Ngada di tengah anak-anak menjadi wujud nyata semangat #NttPenuhKasih, bahwa dalam situasi sulit sekalipun, Polri hadir untuk memberikan rasa aman, kepedulian dan harapan.
Humas Polda NTT
